Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 21, 2026
Daerah Nasional

Munas X LDII, LDII Kota Kediri Siap Jadikan Kebudayaan dan Pencak Silat sebagai Instrumen Perdamaian Dunia

  • April 9, 2026
  • 3 min read
  • 31 Views
Munas X LDII, LDII Kota Kediri Siap Jadikan Kebudayaan dan Pencak Silat sebagai Instrumen Perdamaian Dunia

Jakarta (9/4). Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, M.Sc., memberikan pembekalan dalam gelaran Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, pada Kamis (9/4). Dalam paparannya yang bertajuk “Kebudayaan sebagai Soft Power Indonesia dalam Membangun Perdamaian Dunia”, Fadli Zon menekankan bahwa kebudayaan adalah fondasi karakter dan jati diri bangsa yang mampu menjadi kekuatan lunak (soft power) di kancah internasional.

Menteri Kebudayaan menyoroti kekayaan Indonesia sebagai negara Mega Diversity dengan ribuan etnik dan bahasa. Ia juga mengapresiasi kontribusi LDII dalam melestarikan pencak silat, yang kini telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.

“Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi driving force untuk masa depan. Kita harus mendorong ekosistem kebudayaan kita menjadi episentrum dunia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kebudayaan merupakan kekuatan lunak (soft power) yang dapat menjadi instrumen penting dalam membangun pengaruh Indonesia di dunia internasional. “Keberagaman budaya Indonesia yang sangat besar menjadi aset strategis dalam menciptakan perdamaian global,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa, mulai dari ribuan etnis, ratusan bahasa, hingga ribuan warisan budaya tak benda. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban dunia yang memiliki potensi besar untuk menjadi episentrum kebudayaan global.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga menjadi kekuatan untuk membentuk masa depan bangsa dan membangun perdamaian dunia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan juga memaparkan temuan baru arkeologis yang memperkuat bukti bahwa Islam telah masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 masehi. Hal ini menjadi motivasi bagi LDII untuk terus merawat tradisi Islam yang toleran, harmonis, dan moderat sesuai dengan akar sejarah bangsa.

Materi mengenai kemajuan peradaban dan pelestarian nilai luhur ini disambut baik oleh delegasi dari Kota Kediri. Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyatakan komitmennya untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam pembinaan warga di daerah.

“Kami di LDII Kota Kediri sangat terinspirasi oleh paparan Bapak Menteri Kebudayaan. Bagi kami, kebudayaan yang luhur adalah identitas yang harus dijaga. LDII Kota Kediri berkomitmen untuk terus membina generasi muda agar memiliki karakter yang kuat, rukun, dan kompak, yang berakar pada nilai-nilai asli bangsa Indonesia. Sinergi antara dakwah dan budaya ini akan menjadi kekuatan kita dalam berkontribusi bagi kedamaian di masyarakat,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penguatan budaya sebagai bagian dari dakwah dan pembinaan generasi muda.

“Kami melihat apa yang disampaikan Menteri Kebudayaan menjadi penguatan bahwa budaya harus dijaga dan dikembangkan. LDII Kota Kediri siap berkontribusi melalui pembinaan generasi muda agar mencintai budaya sekaligus menjadikannya sarana membangun karakter dan perdamaian,” ujarnya

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menyoroti pentingnya pencak silat sebagai warisan budaya yang memiliki peran ganda sebagai prestasi olahraga sekaligus benteng karakter bangsa.

“Pesan Pak Menteri mengenai pencak silat sebagai soft power sangat relevan dengan apa yang selama ini kami jalankan di Kediri melalui PERSINAS ASAD. Melalui pencak silat, kami tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menanamkan jiwa ksatria dan kemandirian pada santri serta generasi muda. LDII Kota Kediri siap mendukung penuh visi pemerintah untuk menjadikan kebudayaan sebagai instrumen diplomasi dan perekat persatuan bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa peran organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam mengimplementasikan nilai-nilai budaya di tengah masyarakat.

“Budaya adalah identitas bangsa sekaligus alat pemersatu. LDII Kota Kediri akan terus mendorong program-program yang mengintegrasikan nilai keagamaan dan kebudayaan, sehingga mampu menjadi kekuatan dalam menjaga harmoni dan persatuan,” ungkapnya.

Melalui Munas X ini, LDII Kota Kediri optimis dapat terus berperan aktif dalam memajukan kebudayaan nasional sebagai identitas bangsa yang disegani di mata dunia menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *