Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 30, 2026
Daerah

LDII Kota Kediri Hadiri Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren

  • October 18, 2025
  • 3 min read
  • 158 Views
LDII Kota Kediri Hadiri Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren

Kediri(18/10) Suasana semangat belajar terasa membara di aula Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri. Ratusan santri dengan wajah antusias mengikuti kegiatan “Jaksa Masuk Pesantren” yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Kota Kediri.
Program ini menjadi ajang kolaborasi antara dunia hukum dan dunia pesantren dalam membangun generasi muda yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang kuat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh DPD LDII Kota Kediri, yang memberikan dukungan penuh terhadap program edukatif tersebut. LDII menilai bahwa sinergi antara lembaga hukum dan pesantren merupakan langkah penting dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap hukum sejak dini di kalangan santri.


Kejari Kediri: Santri Harus Paham Hukum dan Moral

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Andi Mirnawati, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan hukum biasa, melainkan sebuah gerakan moral. Ia menilai pentingnya menanamkan nilai-nilai hukum sejak dini agar santri tumbuh menjadi pribadi yang bijak, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Santri harus kuat dalam ilmu agama, tetapi juga paham hukum. Pemahaman ini penting agar mereka mampu membedakan mana yang benar secara moral dan mana yang benar secara hukum,” ujar Andi Mirnawati.

Menurutnya, kehidupan di pesantren yang penuh kedisiplinan menjadi lahan subur bagi tumbuhnya generasi yang taat aturan. Para santri yang terbiasa hidup dengan keteraturan dan nilai-nilai akhlak mulia berpotensi besar menjadi agen perubahan di masyarakat — pribadi yang berilmu, beradab, dan sadar hukum.


Pimpinan Pesantren: Pengetahuan Hukum Sejalan dengan Nilai Akhlak

Sementara itu, KH. Sunarto, Pimpinan Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Menurutnya, pengetahuan hukum merupakan saudara kandung dari nilai-nilai akhlak yang selama ini diajarkan di pesantren.

“Banyak persoalan di masyarakat bermula dari ketidaktahuan akan hukum. Maka, pencegahan harus dilakukan dengan memberikan pemahaman sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, prinsip kedisiplinan dan tanggung jawab yang ditanamkan di pondok sangat sejalan dengan semangat hukum — mengatur bukan untuk membatasi, tetapi untuk menjaga keharmonisan hidup.
Santri pun diajak untuk menjadi pribadi yang santun, memahami etika sosial, serta mampu menjaga nama baik pesantren di tengah masyarakat.


LDII Kediri Dukung Pendidikan Hukum di Pesantren

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, S.Si, yang menilai bahwa program Jaksa Masuk Pesantren memberikan dampak besar bagi pembentukan karakter generasi muda.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Santri tidak hanya belajar agama, tapi juga memahami bagaimana hukum bekerja, bagaimana menghadapi proses hukum dengan benar, serta mengapa kejujuran dan transparansi begitu penting,” tutur Agung Riyanto.

Ia menegaskan bahwa LDII Kota Kediri selalu mendukung upaya pembentukan generasi santri yang berakhlak mulia dan taat hukum.
Menurutnya, santri yang memahami aspek moral dan hukum akan tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan mampu menjadi contoh di tengah masyarakat.


Santri Wali Barokah: Belajar Agama Sekaligus Hukum

Salah satu santri peserta, Varel asal Semarang Selatan, mengaku sangat terinspirasi oleh kegiatan ini.

“Kami jadi tahu bagaimana hukum bekerja, bagaimana seseorang bisa menghadapi proses hukum dengan benar, dan mengapa kejujuran serta transparansi begitu penting,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Bagi Varel, dunia pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, melainkan ruang pembentukan karakter bangsa — tempat belajar menjadi manusia yang utuh, berilmu, dan beretika.


Santri Sadar Hukum, Bangsa Berkeadaban

Program Jaksa Masuk Pesantren di Pondok Wali Barokah Kediri menjadi bukti bahwa penyuluhan hukum dapat dikemas dengan lembut tanpa kehilangan makna edukatifnya. Di ruang yang biasanya bergema lantunan ayat suci, kini juga bergema pesan tentang keadilan dan kesadaran hukum.

Dari Pesantren Wali Barokah Kediri, tumbuh sebuah harapan baru — lahirnya generasi santri yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan sadar hukum.
Mereka adalah fondasi masa depan bangsa yang berkeadaban, tempat iman, ilmu, dan akal sehat berpadu membentuk pribadi luhur yang menjaga harmoni kehidupan sosial.

2 Comments

  • […] penegak hukum. Hal itu tampak ketika Wakil Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah sekaligus Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kediri yang […]

  • […] Kediri (9/1) Sekretaris Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri, Daud Soleh, menghadiri undangan malam Pengantar Alih Tugas dan Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kediri. Acara yang berlangsung di Tegowangi Ballroom, Grand Surya Hotel Kediri, pada Kamis malam (8/1). […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *