Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 26, 2026
Daerah

Ketua LDII Kediri Sambut Baik Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji dan Umrah

  • November 11, 2025
  • 2 min read
  • 110 Views
Ketua LDII Kediri Sambut Baik Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji dan Umrah

Kediri (10/11). Ketua DPD LDII Kota Kediri, H.Agung Riyanto sekaligus Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Wali Barokah menghadiri undangan peninjauan penerbangan perdana Super Air Jet, pada Senin (10/11). Ia mendukung resminya Bandara Dhoho Kediri (DHX)
sebagai bandara internasional yang akan menjadi titik keberangkatan (embarkasi) bagi jemaah Umrah dan Haji dari Jawa Timur bagian selatan.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan PT Surya Dhoho Investama (SDHI), anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk, dan Angkasa Pura untuk mewujudkan penerbangan Umrah dan Haji.

“Saya komunikasi dengan SDHI dan Angkasa Pura, kami usahakan di awal Desember 2025, paling lambat akhir Desember 2025. Kami tidak ingin terlewat momen karena pada Januari hingga Maret 2026 adalah musim dingin di Arab Saudi,” jelas Bupati Dhito.

Menurutnya, Bandara Dhoho kini sudah ditetapkan sebagai bandara internasional, memungkinkannya melayani maskapai non-PK (asing). “Komunikasi juga telah kami lakukan dengan anak perusahaan dari maskapai Saudi Arabia, memperkuat optimisme terwujudnya rute Kediri-Jeddah,” ujarnya.

Ia menjeklaskan bahwa solusi jangka pendek asrama haji mengenai infrastruktur pendukung. Ia juga mengakui pembangunan Asrama Haji membutuhkan waktu. Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab akan memanfaatkan fasilitas hotel yang ada.

“Kami sedang menghitung kebutuhan untuk asrama haji, kurang lebih 350 kamar. Kami akan menyubsidi agar hotel-hotel tersebut dapat dimanfaatkan. Kami berkaca pada Kulon Progo yang menggunakan hotel sebagai asrama saat terpilih menjadi embarkasi haji,” paparnya.

Selanjutnya, Agung memberi apresiasi terhadap kesiapan Bandara Dhoho. “Dengan adanya bandara ini, waktu tempuh dan biaya perjalanan jemaah haji dan umrah dari Kediri, Blitar, Tulungagung, dan sekitarnya akan jauh lebih efisien, mengurangi kepadatan di Bandara Juanda Surabaya,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, maskapai, dan KBIHU lokal ini menjadi kunci untuk memastikan Bandara Dhoho bukan hanya berfungsi secara komersial, tetapi juga melayani kepentingan ibadah. “Kalau kepentingan ibadah terlayani dengan baik, maka hal yang lain juga akan baik pula,” ungkapnya.

Direktur PT SDHI, Maksin Arisandi, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah merealisasikan penerbangan Umrah secepatnya. “Hari ini kami sedang bekerja keras bagaimana supaya Umrah bisa terealisasi dari Bandara Dhoho Kediri. Target kami semoga dalam waktu dekat bisa,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *