Surabaya (5/1) Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh generasi muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII di Rungkut Kidul, Kota Surabaya. Melalui aksi nyata di tengah masyarakat, pemuda LDII menginisiasi Gerakan Bank Sampah sebagai langkah edukasi sekaligus solusi untuk mengurangi permasalahan sampah rumah tangga, khususnya sampah anorganik yang kerap menumpuk di lingkungan permukiman.
Gerakan Bank Sampah tersebut resmi diluncurkan pada Minggu, empat Januari dua ribu dua puluh lima. Program ini berfokus pada pengelolaan sampah anorganik seperti plastik, kertas, kardus, dan logam yang masih memiliki nilai guna. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan, dipilah sejak dari rumah, kemudian disalurkan ke pengepul untuk didaur ulang agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
Melalui program ini, generasi muda LDII Rungkut Kidul ingin menanamkan kesadaran kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah masing-masing. Dengan memilah sampah secara konsisten, lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan tertata, sekaligus mengurangi dampak pencemaran.
Salah satu penggerak muda LDII Rungkut Kidul, Rio Febrian, menyampaikan bahwa kebiasaan memisahkan sampah basah dan kering sebenarnya mudah dilakukan oleh siapa saja. Menurutnya, langkah sederhana tersebut memiliki dampak besar bagi efektivitas pengolahan sampah dan keberlangsungan lingkungan apabila diterapkan secara kolektif oleh seluruh warga.
Selain berdampak positif terhadap kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah melalui Bank Sampah juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Rio menjelaskan bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai justru dapat menghasilkan manfaat finansial jika dipilah dan dikelola dengan benar. Hal ini diharapkan dapat mendorong warga untuk lebih peduli sekaligus kreatif dalam memanfaatkan sampah anorganik.
Sampah yang telah terkumpul kemudian diangkut menggunakan kendaraan pick-up untuk dijual ke pengepul. Dana hasil penjualan sampah tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial serta program pemberdayaan lingkungan yang dilaksanakan di wilayah Rungkut Kidul Surabaya.
Ketua PC LDII Rungkut, Agus Setyoadji, mengapresiasi inisiatif dan konsistensi generasi muda LDII dalam menggerakkan program peduli lingkungan tersebut. Menurutnya, Gerakan Bank Sampah merupakan sarana edukasi jangka panjang yang tidak hanya mengajarkan pengelolaan sampah, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap bumi sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial.
Agus berharap Gerakan Bank Sampah yang digagas LDII Rungkut Kidul dapat terus berkembang dan menjadi budaya positif di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan aktif seluruh warga, kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.
Ke depan, LDII Rungkut Kidul menargetkan Bank Sampah sebagai wadah edukasi berkelanjutan, khususnya bagi generasi muda. Melalui gerakan ini, diharapkan lahir masyarakat yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan berkomitmen menjaga lingkungan demi menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang.

1 Comment
[…] Surabaya (14/1). Menghadapi dinamika malam pergantian tahun yang identik dengan euforia berlebih, Pimpinan Cabang (PC) LDII Rungkut mengambil langkah preventif melalui kegiatan inovatif bertajuk PLATINUM (Pengajian Luar Biasa Akhir Tahun Inspiratif Untuk Muda-Mudi). […]