Oleh Asyhari Eko Prayitno*
Sebagai orang tua, tugas yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan kepribadian yang baik dan benar pada anak tersebut. Karena memang itu merupakan kewajiban orang tua dalam mendidik akhlak yang baik untuk anak-anaknya. Sesuai Sabda Rasululloh SAW :
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ * رواه الترمذى
Artinya : Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik (H.R At Tirmidzi)
Orang tua sudah seharusnya untuk berusaha dengan memahami berbagai aspek ini, semoga dapat membantu para orang tua dalam memahami aspek untuk membentuk kepribadian yang baik bagi anak, yang perlu dipahami yaitu :
- Usia anak
Orang tua harus menerapkan pola asuh yang dinamis yang selaras dengan pertumbuhan serta perkembangan pada anak. Memberi perlakuan anak pada saat usia mereka telah cukup dewasa dengan sikap yang persis pada anak saat masih kecil tentu akan menimbulkan rasa kurang nyaman bagi anak tersebut.
Maka perlakuan juga harus memperhatikan usia anak tersebut. Orang tua seharusnya bisa bersikap lembut kepada anak-anaknya, seperti yang telah disabdakan oleh Rasululloh SAW yang bisa bersikap lembut dan sayang kepada anaknya :
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا * رواه الترمذى
Artinya : Bukan golongan kami, orang yang tidak sayang kepada anak kami dan tidak menghormati orang tua kami (H.R At Tirmidzi)
- Memahami Kelebihan Dan Keluhan Anak
Setiap anak terlahir berbeda dan mempunyai potensi berbeda – beda, meskipun saudara kandung sekalipun. Maka sebagai orang tua, terimalah apa yang telah terlekat pada diri mereka, upayakan untuk memfalisitasi kemampuan dan minatnya, serta perkuatlah perasaan mereka jika ada keterbatasan pada anak.
Jangan pernah membandingkan anak dengan saudara kandung atau anak yang lain, karena hal tersebut berdampak besar pada pembentukan karakter dan rasa percaya dirinya.
- Kedua Orang Tua Harus Kompak
Seperti yang sudah dijelaskan diawal, saat bapak atau ibu memperlihatkan perbedaan pola asuh, anak akan memihak pada pola asuh yang menurut mereka memyenangkan. Beberapa anak akan merasa kecewa dan sedih saat melihat orang tua yang berselisih karena masing-masing berpegang pada keegoisan diri masing – masing. Dalam komteks ini , orang tua diharapkan untuk selalu berkompromi dserta sepakat didalam menerapkan nilai-nilai yang diperbolehkan dan sebaliknya.
- Memberi Contoh Perilaku Positif
Sekarang ini banyak contoh kasus, orang tua menuntut anak untuk bersikap sesuai dengan harapan mereka, contohnya jujur, jangan boros, atau melarang bermain ponsel secara berlebihan.
Sementara orang tua tersebut justru sering berbohong, suka menghamburkan uang, atau mungkin sibuk dengan ponsel saat didepan anak. Anak sangat membutuhkan sikap dan contoh yang positif dari kedua orang tua, maka dari itu, tanamkan perilaku positif dan tunjukkan nilai-nilai kebaikan tersebut dihadapan anak tersebut.
- Gunakan Metode Komunikasi Dua Arah Yang Efektif
Menerapkan langkah dengan cara meluangkan waktu untuk mengobrol dengan anak merupakan faktor penting. Usahakan untuk menjadi pendengar yang baik, tidak menyangkal cerita anak, dan berikanlah kesempatan untuk ruang dalam berpendapat.
Berikanlah suatu pertanyaan serta pernyataan yang setidaknya dapat memancing atau merangsang kemampuan anak dalam berargumen dan menganalisis masalah dari sudut pandang mereka sendiri.
- Disiplin
Disiplin merupakan sifat yang terbentuk secara instan, melainkan harus ada treatment, hal itu daost dimulai dari hal kecil dan sederhana. Sebagai contoh, membersihkan ranjang setiap anak tersebut bangun tidur, menyusun dan membuat jadwal harian untuk aktivitas sehari – hari, dan sebagainya. Dengan sikap disiplin, maka anak akan paham dan belajar untuk bertanggung jawab terhadap kebutuhan individu anak tersebut.
- Konsisten
Disamping dari hal itu, Konsistensi mempunyai pengaruh besar serta berkaitan erat dengan pemberlakuan aturan. Usahakan untuk selalu konsisten dalam mengambil tindakan yang berkaitan dengan aturan yang telah disepakati.
Sebagai contoh kasus, Orang tua melarang anak untuk meminum es, namun diwaktu yang lain orang tua tersebut membolehkan anak untuk minun es. Jika sikap orang tua tidak konsisten, maka kemungkinan besar, anak akan menilai bahwa orang tua tersebut tidak tegas dan pada akhirnya menganggap hal tersebut bukan sebagai aturan lagi.
Maka kesimpulannya, inti dari semua aspek ini adalah bahwa parenting yang baik menuntut orang tua untuk selalu belajar, bersikap fleksibel, kompak, menjadi teladan, berkomunikasi efektif, serta disiplin dan konsisten dalam mendidik akhlak dan kepribadian anak.
Semoga kita menjadi orang tua yang baik dalam mendidik sehingga anak-anak kita berhasil menjadi anak yang sholih dan sholihah, berhasil dunia dan akhiratnya.
*Asyhari Eko Prayitno, S.Psi, S.Pd, S.M, M.M, M.Pd. adalah Ketua Pemuda LDII Kota Kediri yang juga Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin

1 Comment
[…] (12/11) LDII Kota Kediri menyoroti pentingnya peran Ayah yang aktif dan terlibat dalam menciptakan lingkungan keluarga yang […]