Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 4, 2026
Daerah

Hadiri Revitalisasi BKM, Ponpes Wali Barokah Dorong Masjid LDII Terapkan Good Governance

  • October 30, 2025
  • 3 min read
  • 92 Views
Hadiri Revitalisasi BKM, Ponpes Wali Barokah Dorong Masjid LDII Terapkan Good Governance

KEDIRI (28/10) – Pengurus Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, Irsyadudin, yang juga tokoh pemuda LDII Kota Kediri, menghadiri kegiatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri. Acara yang digelar di Kantor Kemenag Kota Kediri pada Selasa (28/10) ini bertujuan memperkuat peran dan fungsi masjid di era modern melalui peningkatan profesionalisme dan tata kelola yang baik.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pengurus masjid, tokoh agama, serta perwakilan lembaga keagamaan di Kota Kediri. Fokus utama pembahasan adalah penerapan “good governance” dalam manajemen masjid agar dapat menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan masyarakat.

Kemenag Kota Kediri Tekankan Sinergi BKM dan DMI

Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri, H. A. Zamroni, menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam pembinaan masjid.

“BKM dan DMI harus saling bersinergi. DMI bergerak dari bawah (bottom-up), sementara BKM bersifat top-down dari KUA hingga Kemenag. Dengan sinergi ini, pembinaan masjid akan lebih menyeluruh dan efektif,” jelas H. A. Zamroni.

Ia juga mengimbau agar setiap masjid memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri, seperti masjid ramah anak, ramah lansia, atau ramah musafir, sehingga menjadi tempat yang nyaman dan inklusif bagi semua kalangan.

Pemkot Kediri Dukung Transparansi dan Akses Hibah Masjid

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Kediri, Yono Heryadi, menjelaskan mekanisme pengajuan dana hibah untuk yayasan atau masjid yang ingin melakukan revitalisasi.

“Bantuan dana hibah bisa diajukan melalui jalur Pokir maupun non-Pokir. Untuk non-Pokir, pengurus masjid bisa langsung mengusulkan kepada Wali Kota Kediri, kemudian melalui proses verifikasi oleh Bappeda,” terangnya.

Yono juga mendorong agar masjid dikelola dengan lebih terbuka dan nyaman, meniru fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW yang menjadi pusat kegiatan sosial dan pendidikan umat.
Ia menambahkan bahwa Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) siap membantu pengurus masjid dalam konsultasi desain dan tata bangunan secara gratis, untuk mendukung revitalisasi masjid yang lebih modern dan fungsional.

BKM: Profesionalisme dan Akuntabilitas Jadi Kunci

Praktisi Manajemen BKM, H. Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), turut menyoroti pentingnya profesionalisme dan akuntabilitas dalam tata kelola masjid. Ia menilai, pengurus masjid perlu meningkatkan keterlibatan dan transparansi agar kepercayaan jamaah tetap terjaga.

“Kesejahteraan masjid bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Idaroh (kepengurusan), Imaroh (kegiatan), dan Riayah (sarana-prasarana),” ujarnya.

Menurutnya, dalam aspek Idaroh, pengurus harus sehat secara organisasi, rutin bermusyawarah, dan melibatkan masyarakat sekitar. Dalam Imaroh, masjid diharapkan aktif menyelenggarakan kegiatan edukatif dan keagamaan yang menarik, seperti lomba cerdas cermat Islam atau kajian tematik. Sedangkan pada aspek Riayah, pengurus perlu memastikan sarana dan prasarana aman, nyaman, dan dikelola secara profesional.

“Keuangan masjid sebaiknya disimpan di bank syariah untuk meningkatkan akuntabilitas dan menghindari risiko penyalahgunaan dana,” tegas Gus Ab.

LDII Kota Kediri Siap Terapkan Tiga Pilar Kesejahteraan

Hadiri Revitalisasi BKM, Ponpes Wali Barokah Dorong Masjid LDII Terapkan Good Governance

Mewakili LDII Kota Kediri, Irsyadudin menegaskan bahwa Ponpes Wali Barokah siap menerapkan tiga pilar kesejahteraan masjid di seluruh masjid binaan LDII. Ia menilai, profesionalisme pengurus masjid merupakan kunci utama untuk menjaga kepercayaan jamaah.

“Masjid adalah tempat mulia, dan kemuliaannya harus dijaga melalui pengelolaan yang profesional. Dengan revitalisasi ini, masjid dapat kembali menjadi pusat peradaban umat, bukan sekadar tempat ibadah ritual,” ujar Irsyadudin.

Ia menambahkan, LDII Kota Kediri berkomitmen mendukung setiap program Kemenag Kota Kediri yang berorientasi pada peningkatan kualitas pengelolaan masjid dan pemberdayaan jamaah.

“Kami siap menerapkan hasil kegiatan ini di masjid-masjid naungan LDII di seluruh Kota Kediri, agar lebih maju, transparan, dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *