Sesi Konferensi Pers Pelatihan Jurnalistik oleh DPW LDII Jawa Timur (7/2)
Surabaya (07/02). Di era derasnya arus informasi digital, kemampuan menyampaikan berita yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan menjadi kunci peran organisasi di tengah masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, DPW LDII Jawa Timur menggelar pelatihan jurnalistik dengan tema “Penguatan Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital” di Gedung Serbaguna Sabilurrosyidin Gayungan Surabaya.
Wakil Ketua DPW LDII Jawa Timur, Agung Riyanto, menyampaikan jika pelatihan jurnalistik ini diselenggarakan untuk membekali kader di tingkat daerah dengan pemahaman dasar jurnalistik. “Pelatihan ini bertujuan agar kader memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai dalam menjalankan aktivitas kehumasan dan jurnalistik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kader jurnalistik memiliki peran penting sebagai ujung tombak publikasi berbagai kegiatan LDII di daerah. “Kader jurnalistik ini menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kegiatan LDII, sehingga peningkatan kapasitas harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegas Agung.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu menyerap materi secara optimal serta meningkatkan keterampilan praktis. “Kami berharap peserta dapat meningkatkan kemampuan pengambilan foto dan video, sekaligus mengasah kemampuan menulis berita sesuai kaidah jurnalistik, terutama dalam menerapkan unsur 5W+1H agar berita yang dihasilkan lebih lengkap dan akurat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agung menekankan pentingnya berbagi ilmu kepada kader lain yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan. “Ilmu yang didapatkan di pelatihan ini harus dibagikan kepada kader yang lain, supaya peningkatan kapasitas jurnalistik dapat dirasakan secara merata di seluruh daerah,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan jurnalistik ini merupakan program perdana yang dirancang sebagai langkah awal untuk mencetak jurnalis LDII yang memiliki kemampuan setara dan profesional. “Ke depan, kami berharap lahir jurnalis-jurnalis LDII yang profesional dan mampu mendukung publikasi organisasi secara optimal,” pungkasnya.
