Gelar Sarasehan, LDII Pasangkayu Mengukuhkan Nasionalisme dan Dakwah Inklusif dalam Harmoni Kebangsaan
Gelar Sarasehan, LDII Pasangkayu Mengukuhkan Nasionalisme dan Dakwah Inklusif dalam Harmoni Kebangsaan
Pasangkayu (4/2). DPD LDII Kabupaten Pasangkayu menggelar sarasehan lintas sektoral bertajuk “Nasionalisme serta Peran Dakwah LDII untuk Masyarakat” di Dapur Tandjoeng, Pasangkayu, Sulawesi Barat, Rabu (28/1). Forum ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan untuk memperkuat ukhuwah dan semangat kebangsaan.
Acara ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali, bersama Anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, Dwi Pramono. Kehadiran tokoh-tokoh dari Kejaksaan Negeri, Polres, Kementerian Agama, Kesbangpol, serta perwakilan ormas seperti MUI, PCNU, DDI, dan Wahdah Islamiyah menunjukkan kuatnya komitmen kolaborasi di wilayah tersebut.
Sekretaris PCNU Kabupaten Pasangkayu, Ust. Malik, memberikan testimoni positif mengenai transformasi LDII yang dinilainya semakin inklusif. Menurut pimpinan Ponpes Toriqul Ulum ini, kehadiran LDII dalam agenda kebersamaan seperti istighosah dan santunan anak yatim menjadi bukti nyata mencairnya sekat antarorganisasi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua FKUB Pasangkayu, Jabbarudin Rowar, memuji konsistensi LDII dalam aktivitas dakwah serta kebiasaan menjaga kebersihan dan kedisiplinan yang menjadi ciri khas organisasi. “Praktik baik ini patut menjadi contoh bagi organisasi kemasyarakatan lainnya,” ungkapnya.
Meluruskan Persepsi Melalui Dialog Dalam sesi dialog, Ahmad Ali membedah praktik ibadah di lingkungan LDII, termasuk pelaksanaan salat Jumat. Ia menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Arab dalam khutbah serta kesatuan peran imam dan khatib adalah bagian dari ijtihad yang memiliki landasan kuat dalam mazhab fikih.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi perubahan positif LDII yang kini lebih menunjukkan sikap inklusif. “Meski tantangan di lapangan masih ada, hal itu menjadi bahan evaluasi pengurus untuk terus meningkatkan kinerja yang sejalan dengan semangat nasionalisme dan ukhuwah,” tutur Ahmad Ali.
Kemenag dan Delapan Klaster Kontribusi LDII Kepala Kantor Kemenag Pasangkayu, Muhammad Hatta, menyambut hangat inisiatif sarasehan ini sebagai upaya memperkuat moderasi beragama. Pihaknya menyatakan membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan semua pihak demi kerukunan umat.
Sebagai penutup rangkaian acara, Ketua DPD LDII Pasangkayu, Lukman Efendi, memaparkan delapan klaster kontribusi LDII untuk bangsa yang menjadi program prioritas organisasi. Kedelapan bidang strategis tersebut mencakup penguatan wawasan kebangsaan, bidang dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, hingga perhatian pada kesehatan herbal. Selain itu, LDII juga fokus pada sektor ketahanan pangan melalui pertanian dan lingkungan hidup, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan energi baru terbarukan.
Lukman menegaskan bahwa seluruh program tersebut dijalankan dalam kerangka kemitraan strategis dengan pemerintah. Menurutnya, implementasi di lapangan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 guna mewujudkan masyarakat Pasangkayu yang rukun, damai, dan harmonis.
