Sarasehan LDII Pasangkayu Perkuat Nasionalisme dan Peran Dakwah di Tengah Masyarakat
DPD LDII Kabupaten Pasangkayu menghelat sarasehan bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, ormas, dan lainnya. Foto: LINES.
Pasangkayu (1/2). DPD LDII Kabupaten Pasangkayu menggelar kegiatan sarasehan bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Kegiatan bertema “Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII bagi Masyarakat” ini berlangsung di Dapur Tandjoeng, Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada Rabu (28/1/2026).
Sarasehan tersebut menghadirkan cendekiawan muda dari Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali, sebagai narasumber utama, didampingi Anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, Dwi Pramono. Sejumlah undangan turut hadir, di antaranya perwakilan Kejaksaan Negeri Pasangkayu, Polres Pasangkayu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Selain itu, hadir pula berbagai organisasi keagamaan, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Daerah DDI, DPD Wahdah Islamiyah, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Pasangkayu.
Sekretaris PCNU Kabupaten Pasangkayu yang juga pimpinan Pondok Pesantren Toriqul Ulum, Ust. Malik, menyampaikan apresiasi atas perkembangan LDII yang dinilainya semakin terbuka dan inklusif. Menurutnya, hal tersebut tercermin dari keterlibatan pengurus LDII dalam berbagai kegiatan bersama NU, seperti istighosah dan santunan anak yatim yang rutin digelar setiap 10 Muharram.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasangkayu, Jabbarudin Rowar, menilai LDII sebagai salah satu organisasi yang aktif dalam kegiatan pengajian dan dakwah. Ia juga mengapresiasi kedisiplinan serta kebersihan yang menjadi karakteristik kegiatan LDII.
“Semoga hal positif ini dapat menjadi contoh bagi organisasi kemasyarakatan lainnya,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, Ahmad Ali menjelaskan bahwa kebiasaan menjaga kebersihan masjid merupakan bagian dari upaya menjaga kesucian serta kekhusyukan dalam beribadah. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan salat Jumat di lingkungan LDII merujuk pada salah satu pendapat dalam mazhab fikih, termasuk penggunaan bahasa Arab dalam khutbah serta peran imam dan khatib yang dijalankan oleh satu orang.
Ia menambahkan, dinamika LDII saat ini menunjukkan banyak perubahan ke arah yang lebih positif, terutama dalam hal keterbukaan dan sikap inklusif di tengah masyarakat.
“Meski masih terdapat tantangan di beberapa daerah, hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pengurus setempat agar terus meningkatkan kinerja organisasi sejalan dengan semangat kebangsaan dan ukhuwah,” tutur Ahmad Ali.
Dalam pemaparannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu, Muhammad Hatta, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sarasehan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama senantiasa membuka ruang dialog dan kerja sama seluas-luasnya dengan seluruh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan guna memperkuat kerukunan umat beragama.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Pasangkayu, Lukman Efendi, memaparkan delapan program prioritas LDII. Program tersebut meliputi penguatan wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan, pertanian dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta pengembangan energi baru terbarukan.
“Seluruh program dijalankan selaras dengan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan semangat persatuan bangsa,” jelasnya.
DPD LDII Kabupaten Pasangkayu menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai mitra pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat nasionalisme, moderasi beragama, serta mewujudkan kehidupan masyarakat Pasangkayu yang rukun, damai, dan harmonis.
