Hari Guru Nasional, Ponpes Wali Barokah Tegaskan Guru Adalah Kunci Pencetak Santri Profesional Religius
Kediri (25/11). Dalam rangka Hari Guru Nasional, Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan ustadz yang berjuang dalam membimbing generasi penerus bangsa. Ponpes Wali Barokah menegaskan bahwa peran pendidik di pesantren adalah sentral, tidak hanya sebagai pengajar agama, tetapi juga sebagai teladan hidup.
“Kami meyakini bahwa guru adalah kunci keberhasilan. Di Wali Barokah, guru dan ustadz adalah orang tua kedua yang memastikan santri tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga memiliki karakter yang baik, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tinggi, sesuai dengan ajaran Islam,” ujar KH. Sunarto, pada Selasa (25/11).
Ia menyatakan bahwa guru dan ustadz di lingkungan pesantren itu memikul tanggung jawab yang unik, yaitu mengintegrasikan ilmu agama (tafaqquh fiddin) dengan pembinaan karakter dan kedisiplinan santri selama 24 jam.
“Tradisi kerapian, kebersihan, dan kedisiplinan yang menjadi rutinitas santri kami, bahkan sebelum ada program formal Eco Pesantren, adalah hasil bimbingan berkelanjutan dari para ustadz. Mereka adalah pahlawan yang mengajarkan bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari iman,” imbuhnya.
Ia juga mencontohkan, keberhasilan Ponpes Wali Barokah dalam menerapkan tata kelola lingkungan (Eco Pesantren) yang baru-baru ini mendapat pendampingan dari DLH Jatim dan DPRD Jatim, tidak lepas dari peran para guru, pengurus dan ustadz.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan kunjungan dari DLH Jatim dan DPRD Jatim, sekaligus mendapatkan bimtek lingkungan hidup. Kami tentu ingin mendapat dukungan dari semua pihak agar penerapan Eco Pesantren bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Ia juga mendorong para guru untuk terus beradaptasi dengan metode pengajaran modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisional pesantren. “Dengan demikian, santri dapat menjadi generasi yang profesional, religius, dan tanggap teknologi,” harapnya.
Dalam momen Hari Guru ini, ia menjelaskan komitmen Ponpes Wali Barokah untuk meningkatkan apresiasi dan dukungan terhadap kesejahteraan para guru dan ustadz.
“Juga terus memfasilitasi peningkatan kompetensi guru dalam metode pengajaran dan teknologi. Serta menjaga sinergi antara pengajaran di kelas dan pembinaan akhlak di luar kelas,” jelasnya.
Senada dengan itu, salah satu Ustadz Ponpes Wali Barokah, H.Hafiludin mengatakan bahwa menjadi guru di pesantren adalah pengabdian fulltime, tidak hanya mengajar di kelas saja, tetapi juga sebagai orang tua, pendamping, dan teladan bagi para santri. “Kepuasan terbesar kami adalah melihat mereka tumbuh menjadi pribadi yang berilmu dan memiliki 29 karakter luhur,” imbuhnya.
Menurutnya, pendidikan karakter adalah inti dari hasil pembelajaran. Di pesantren, disiplin, kerapian, dan tanggung jawab adalah kurikulum harian. Tenaga ustadz tercurah agar santri tidak hanya hafal dalil, tetapi juga mengamalkan kedisiplinan hidup, dari kebersihan hingga ketepatan waktu salat.
“Setiap santri yang kami didik adalah investasi bagi masa depan umat. Harapan kami, mereka kelak menjadi Generasi Profesional Religius, mampu bersaing di dunia kerja, namun tetap teguh memegang nilai-nilai agama dan siap berbakti kepada bangsa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa dibalik segala keterbatasan, profesi guru adalah salah satu profesi yang mulia. “Kami menanam benih kebaikan, dan hasilnya adalah keberkahan yang tak terhingga bagi kami dan keluarga besar pesantren,” tambahnya.
“Semoga semangat Hari Guru Nasional ini menginspirasi kita semua untuk senantiasa menghormati dan mendukung tugas mulia para pendidik demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.
