Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 25, 2026
Daerah Pesantren

Isi Tausiyah di Ponpes Wali Barokah, Ketua PCNU Kota Kediri Ajak Umat Kuatkan Kesabaran

  • March 4, 2026
  • 2 min read
  • 41 Views
Isi Tausiyah di Ponpes Wali Barokah, Ketua PCNU Kota Kediri Ajak Umat Kuatkan Kesabaran

Kediri (4/3). Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), hadir dalam acara Silaturahim Ulama-Umaro, Santunan anak yatim dhuafa dan Buka Puasa Bersama di Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri pada Rabu (4/3). Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa salah satu hikmah spiritual puasa adalah membentuk jiwa yang sabar serta memperkuat persatuan di tengah perbedaan.

“Salah satu hikmah Ramadan adalah melatih kesabaran. Puasa mendidik kita agar memiliki jiwa yang sabar dalam segala situasi,” ujarnya di hadapan Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat yang hadir.

Ia menjelaskan bahwa sabar memiliki banyak dimensi. Pertama, sabar dalam ketaatan, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai makhluk sosial dan warga negara yang patuh terhadap aturan. Menurutnya, ketaatan kepada agama dan kepatuhan terhadap regulasi negara merupakan bagian dari implementasi kesabaran yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita mampu menjalankan perintah agama dan menjauhi larangan-Nya, serta taat pada aturan negara, insyaallah itu tanda kita sabar. Begitu pula saat menghadapi musibah dan cobaan, kesabaran itulah yang menjadi penopang kekuatan iman,” tutur Gus Ab.

Ia pun berharap, atas doa para ulama dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, Kota Kediri senantiasa dijauhkan dari bala dan malapetaka serta menjadi daerah yang ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi.

Selain itu, Gus Ab mengingatkan pentingnya sabar dalam menghadapi perbedaan. Menurutnya, perbedaan adalah sunnatullah yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan bermasyarakat. Justru dari perbedaan itulah akan lahir kekuatan dan dinamika positif.

“Kita jangan alergi terhadap perbedaan. Perbedaan sudah ada sejak dahulu dan akan terus ada. Dengan perbedaan itulah kita bisa saling melengkapi dan menjadi semakin kuat,” katanya.

Ia mencontohkan kehidupan dalam keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak dengan karakter yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling menguatkan satu sama lain.

Lebih lanjut, Gus Ab mengibaratkan masyarakat seperti sebuah bangunan yang kokoh. Atap melindungi dari panas dan hujan, tetapi tidak akan berdiri tanpa tembok. Tembok pun tidak akan kuat tanpa fondasi. Semua unsur memiliki peran dan fungsi masing-masing yang tidak dapat dipisahkan.

“Untuk mewujudkan Kediri yang hebat, peran ulama, umaro, dhuafa, dan aghniya sangat penting. Semua memiliki kontribusi. Jika berjalan bersama, insyaallah Kediri akan menjadi kota yang kuat, rukun, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *