Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 28, 2026
Daerah Provinsi

LDII Jawa Timur Dorong Kualitas Publikasi di Daerah melalui Pelatihan Fotografi Jurnalistik

  • February 8, 2026
  • 2 min read
  • 79 Views
LDII Jawa Timur Dorong Kualitas Publikasi di Daerah melalui Pelatihan Fotografi Jurnalistik

Surabaya (8/2). Dalam rangka meningkatkan kualitas publikasi dan pemberitaan, DPW LDII Jawa Timur menggelar sesi materi fotografi jurnalistik dalam pelatihan jurnalistik bagi Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPD LDII se-Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (7/2) di Gedung Serba Guna (GSG) Sabilurrosyidin Gayungan, Surabaya.

Sesi fotografi jurnalistik ini menghadirkan pemateri Faqihu Sholih, anggota LDII News Network (LINES) DPP LDII. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya nilai karakter dalam proses belajar, khususnya salah satu poin dari 29 karakter luhur LDII, yakni prinsip empat roda berputar.

“Salah satu nilai dalam karakter luhur LDII adalah mereka yang bisa mengajari yang belum bisa, tanpa merasa menggurui ataupun digurui,” ujarnya di hadapan para peserta.

Faqihu menjelaskan, fotografi jurnalistik merupakan kegiatan pengambilan gambar peristiwa nyata yang bertujuan menyampaikan informasi atau berita kepada publik. Foto jurnalistik lazim digunakan di media massa seperti surat kabar, majalah, maupun situs berita untuk menggambarkan peristiwa yang relevan dan memiliki nilai berita.

Ia menegaskan, foto jurnalistik dibuat untuk dipublikasikan di media massa dan harus mampu menyampaikan pesan atau cerita dari suatu peristiwa secara akurat.

“Objektivitas adalah prinsip utama yang wajib dijaga oleh setiap pewarta foto. Foto jurnalistik harus menampilkan kondisi apa adanya, tanpa rekayasa atau tambahan yang disengaja,” jelasnya.

Dalam materi tersebut, Faqihu juga menyoroti kaidah foto jurnalistik yang mencakup nilai berita, objektivitas, serta kepatuhan terhadap etika. Ia menegaskan bahwa manipulasi foto tidak termasuk dalam kategori foto jurnalistik.

Para peserta pada Pelatihan Jurnalistrik DPW LDII Jatim (7/2).
Para peserta pada Pelatihan Jurnalistrik DPW LDII Jatim (7/2).

“Manipulasi bisa saja dilakukan untuk kepentingan seni, namun tidak dibenarkan dalam konteks jurnalistik karena dapat melanggar norma dan etika yang berlaku,” tuturnya.

Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai etika fotografi jurnalistik saat mengambil gambar di lapangan. Di antaranya adalah fokus pada momen penting yang benar-benar mewakili cerita, bukan sekadar mengambil gambar tanpa makna.

Fotografer juga diingatkan untuk menghormati privasi subjek dan menghindari pengambilan gambar yang berpotensi merugikan individu.

“Pesan saya, kalian tidak perlu berkecil hati dalam proses belajar. Terus asah kemampuan dan kembangkan diri. Tidak perlu muluk-muluk, yang terpenting terus belajar dan mengembangkan diri,” pesannya kepada seluruh peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *