Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Kota Kediri bersama sejumlah ormas Islam lainya dalam kegiatan Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H
Blitar (19/3). Tim rukyatul hilal DPD LDII Kota Kediri mengikuti pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 H di Bukit Banjarsari, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, pada Kamis (19/3). Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam.
Pengamatan dilakukan sejak sore hari dengan mempersiapkan berbagai peralatan optik seperti teleskop dan perangkat pendukung, dengan fokus ke arah ufuk barat sesaat setelah matahari terbenam.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar, Farmadi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, hilal belum berhasil terlihat.
“Dalam proses pemantauan hilal kali ini kami belum melihat hilal. Secara perhitungan, posisi bulan juga masih berada di bawah standar visibilitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses rukyatul hilal dilakukan dalam rentang waktu terbatas, yakni selama delapan menit, dimulai pukul 17.44 WIB hingga 17.52 WIB. Dalam durasi tersebut, tim pengamat telah berupaya maksimal dengan mengoptimalkan alat bantu yang tersedia untuk memastikan hasil pengamatan yang akurat.

Sementara itu, anggota tim rukyatul hilal dari DPD LDII Kota Kediri, Yuda Langgeng, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat pelaksanaan relatif mendukung.
“Cuaca saat pengamatan cukup cerah berawan sehingga tidak terlalu mengganggu jarak pandang. Namun hingga akhir waktu rukyat, hilal tetap tidak berhasil terlihat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun kondisi atmosfer cukup kondusif, faktor posisi hilal yang masih rendah menjadi salah satu penyebab utama tidak teramatinya hilal pada kesempatan tersebut.
Ketua DPD LDII Kabupaten Blitar, Sugiyono Abdullah Mustofa, dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan lokasi rukyatul hilal di Bukit Banjarsari dipilih karena dinilai strategis dan representatif. Ia menuturkan bahwa kawasan tersebut memiliki akses yang relatif mudah serta kondisi lingkungan yang minim polusi cahaya.
“Bukit Banjarsari berada di ketinggian sekitar 381 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, lokasi ini sangat mendukung untuk pengamatan hilal, terutama dalam penentuan awal bulan penting dalam kalender hijriah seperti 1 Syawal,” ungkapnya.
