LDII Kota Kediri Gelar Rukyatul Hilal di Bukit Banjarsari Wonotirto Blitar
Blitar (17/02) – LDII Kota Kediri gelar rukyatul hilal dalam rangka ikut serta menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan rukyatul hilal tersebut dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026) di Bukit Banjarsari, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, yang menjadi salah satu titik pemantauan hilal resmi di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan rukyatul hilal ini dilakukan bersama tim gabungan dan didampingi langsung oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Blitar, Sugiyono Abdullah Mustofa. Pelaksanaan kegiatan juga dibuka secara resmi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar sebagai pihak yang berwenang dalam penyelenggaraan pemantauan hilal di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh tim rukyatul hilal melaksanakan pengamatan hilal secara bersama-sama menggunakan alat bantu optik berupa teropong serta perangkat pengamatan lainnya. Pemantauan dilakukan menjelang matahari terbenam, yaitu sekitar pukul 17.54 WIB hingga 17.58 WIB.
Rukyatul hilal di Bukit Banjarsari diikuti berbagai unsur, mulai dari Tim Kemenag Kabupaten Blitar, organisasi masyarakat Islam, hingga akademisi. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Unisma, LDII, serta tim pemantau hilal lainnya.
Kepala Kemenag Kabupaten Blitar, Farmadi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, hilal tidak terlihat oleh seluruh tim yang hadir.
“Semua tim rukyatul hilal Kemenag Kabupaten Blitar tidak melihat hilal pada hari ini. Sehingga besok diputuskan belum masuk awal Ramadan 1447 H,” ujar Farmadi.
Proses rukyatul hilal berlangsung dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung. Saat pengamatan dilakukan, langit di Bukit Banjarsari dilaporkan tertutup mendung tebal, sehingga matahari terbenam pun tidak tampak dengan jelas.
Menurut penjelasan pihak Kemenag, kondisi cuaca tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan hilal tidak dapat terlihat. Selain itu, posisi hilal secara astronomi juga dinilai belum memungkinkan untuk diamati secara optimal.
Farmadi menambahkan bahwa hasil rukyatul hilal di Bukit Banjarsari akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan.
Meski demikian, keputusan resmi penentuan awal Ramadan tetap mengacu pada hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui sidang isbat tersebut, pemerintah menetapkan bahwa awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
