Ambon(20/02) – DPW LDII Maluku kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penetapan awal bulan Hijriah. Sebanyak delapan personel tim rukyat hilal diterjunkan untuk mengikuti pemantauan hilal bersama Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku dan BMKG.
Kegiatan pengamatan hilal tersebut dipusatkan di Hotel Tirta Amahusu, yang menjadi salah satu titik strategis rukyat di wilayah Maluku. Lokasi ini dipilih karena memiliki visibilitas ufuk barat yang baik serta didukung koordinasi teknis antara Kemenag dan BMKG untuk memastikan keakuratan data astronomi dan kondisi cuaca saat pengamatan.
Berdasarkan pemaparan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Maluku, posisi ketinggian bulan saat waktu pengamatan tercatat berada di angka -3 derajat. Artinya, secara astronomis hilal masih berada di bawah ufuk ketika matahari terbenam sehingga belum memenuhi kriteria imkan rukyat dan tidak dapat terlihat.
Data tersebut menjadi dasar ilmiah dalam pelaporan hasil rukyat yang selanjutnya diteruskan ke sidang isbat tingkat nasional.
Ketua DPW LDII Maluku, Jamaludin Wabula, menegaskan bahwa keikutsertaan LDII dalam pemantauan hilal merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi dalam menjaga kebersamaan umat Islam.
“Partisipasi LDII ini adalah bentuk sinergi dan komitmen untuk mendukung keputusan pemerintah dalam penetapan awal Ramadan, Syawal, maupun Zulhijah,” ujarnya.
Anggota tim rukyat hilal LDII Maluku, Salmin Sanduan, menjelaskan bahwa delapan personel yang ditugaskan telah dipersiapkan secara teknis dan koordinatif sebelum pelaksanaan pengamatan.
Menurutnya, meskipun secara perhitungan hisab posisi hilal berada di -3 derajat dan belum memenuhi syarat terlihat, pemantauan tetap dilakukan sesuai prosedur.
“Kami mengikuti pemaparan dari Kementerian Agama. Secara hisab memang belum memenuhi kriteria imkan rukyat, namun pemantauan tetap dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama,” jelasnya.
Keterlibatan LDII bersama Kemenag dan BMKG menjadi bukti bahwa proses penentuan awal bulan Hijriah dilakukan secara profesional, ilmiah, serta transparan. Kolaborasi ini juga memperkuat persatuan umat Islam, khususnya di Maluku.
Dengan partisipasi aktif LDII Maluku dalam rukyat hilal, diharapkan proses penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah dapat terus berjalan lancar serta semakin mempererat sinergi antara ormas Islam dan pemerintah.
