Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo menggelar pertemuan bersama pimpinan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kantor Kemenag Situbondo. Dok: LINES.
SITUBONDO (18/2). Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo menggelar rapat koordinasi di Kantor Kemenag Situbondo, pada Senin (16/2). Acara tersebut dihadiri perwakilan DPD LDII Situbondo bersama tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam lainya.
Hadir juga dalam agenda tersebut pimpinan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Al-Irsyad. Pertemuan dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait berbagai aspek pelaksanaan ibadah Ramadhan di wilayah Situbondo.
Kepala Kantor Kemenag Situbondo, Muhammad Mudhofar, menyampaikan bahwa salah satu pembahasan utama adalah perbedaan metode penetapan awal Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
“Kami mengajak seluruh elemen untuk saling menghormati perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan. Perbedaan metode adalah hal yang biasa, yang terpenting kebersamaan tetap terjaga,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan pengeras suara di masjid dan mushala juga menjadi perhatian. Ia menegaskan agar pelaksanaannya mengikuti ketentuan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan gangguan di tengah masyarakat. Pelaksanaan takbir keliling pun diminta tetap memperhatikan ketertiban umum serta kelancaran arus lalu lintas.
“Penggunaan pengeras suara dan takbir keliling hendaknya dilaksanakan sesuai aturan agar ibadah berjalan lancar dan aktivitas masyarakat tetap tertib,” katanya.
Ketua PCNU Situbondo, Muhyiddin Khatib, dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya menangkal penyebaran informasi yang tidak benar di media sosial menjelang Ramadhan. Ia menilai tokoh agama perlu berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Tokoh agama harus hadir memberikan informasi yang benar agar masyarakat tidak terpengaruh kabar yang belum jelas sumbernya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Situbondo, Arief Fadjar, menyampaikan komitmen organisasinya untuk turut menjaga suasana kondusif selama Ramadhan.
“Kami siap berkoordinasi dan mengimbau warga LDII agar ikut menjaga ketertiban serta menghormati ketentuan yang berlaku selama Ramadhan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas koordinasi teknis terkait metode rukyatul hilal, standarisasi penggunaan pengeras suara, serta pengaturan takbir keliling. Selain itu, dibicarakan pula pengaturan operasional warung makan pada siang hari dan pengawasan tempat hiburan selama bulan Ramadhan agar suasana tetap tertib dan harmonis.
