Oleh Asyhari Eko Prayitno*
Co-parenting merupakan pola pengasuhan anak yang umum dilakukan oleh pasangan yang telah bercerai. Meskipun perceraian sering kali bukan hal yang diinginkan, tanggung jawab untuk membesarkan anak tetap menjadi kewajiban bersama antara ayah dan ibu.
Apa Itu Co-Parenting?
Co-parenting adalah sistem pengasuhan di mana kedua orang tua tetap berperan aktif dalam kehidupan anak, meskipun mereka sudah tidak hidup bersama. Melalui sistem ini, anak tetap mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya secara seimbang.
Pola pengasuhan ini menuntut kerja sama dan komunikasi yang baik antara kedua pihak. Dengan begitu, anak dapat tumbuh di lingkungan yang penuh kasih sayang dan merasa aman meski orang tuanya sudah berpisah.
Pentingnya Menjalankan Co-Parenting dengan Sehat
Dalam menjalani co-parenting, ayah dan ibu perlu menyingkirkan ego serta emosi pribadi. Tujuan utama dari pola pengasuhan ini adalah memastikan kebutuhan anak — baik secara fisik maupun emosional — tetap terpenuhi.
Co-parenting yang sehat juga membantu menjaga hubungan yang baik antara kedua orang tua, sehingga anak tidak merasa terjebak di antara konflik orang tuanya.
Cara Menerapkan Co-Parenting Agar Berjalan Efektif
Pola pengasuhan bersama ini tidak selalu mudah dijalankan, terutama karena perbedaan tempat tinggal atau jadwal masing-masing orang tua. Namun, ada beberapa langkah penting agar co-parenting berjalan efektif:
Pertama Prioritaskan Kebutuhan Anak
Utamakan kebutuhan emosional dan fisik anak di atas kepentingan pribadi. Segala keputusan yang diambil sebaiknya berfokus pada kenyamanan dan kebahagiaan anak.
Kedua Bangun Komunikasi yang Baik
Komunikasi menjadi kunci utama dalam co-parenting. Kedua orang tua perlu saling mendengarkan dan berdiskusi secara terbuka tentang perkembangan anak tanpa saling menyalahkan. Hindari membawa masalah pribadi atau masa lalu ke dalam pembicaraan.
Ketiga Buat Aturan dan Rutinitas Bersama
Cobalah menyusun jadwal, rutinitas, dan aturan yang disepakati bersama. Kesepakatan ini akan membantu anak memiliki kestabilan dalam kehidupan sehari-harinya dan mencegah kebingungan di antara dua rumah tangga.
Tips Co-Parenting Agar Berhasil
Berikut beberapa tips agar pola co-parenting dapat diterapkan secara efektif:
a. Jaga Komunikasi Positif
Diskusikan segala hal yang berkaitan dengan anak secara terbuka dan sopan. Hindari berbicara buruk tentang mantan pasangan, terutama di depan anak, agar anak tidak merasa tertekan.
b. Bersikap Kompromi
Saling menghormati pendapat dan kekhawatiran masing-masing. Dukungan dari kedua orang tua akan membuat anak merasa dicintai dan terlindungi.
c. Buat Kesepakatan yang Jelas
Meskipun tidak semua keputusan bisa disetujui bersama, kesepakatan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan nilai-nilai keluarga harus disetujui bersama.
d. Hindari Kesalahan Umum dalam Co-Parenting
Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain:
- Membicarakan keburukan mantan pasangan di depan anak.
- Meminta anak menjadi perantara pesan antar orang tua.
- Berusaha “membeli” kasih sayang anak dengan hadiah atau perlakuan berlebihan.
Penutup
Menjalankan co-parenting memang tidak mudah, tetapi sangat penting demi kesejahteraan anak. Dengan komunikasi yang baik, rasa saling menghargai, dan fokus pada kepentingan anak, pola pengasuhan ini dapat berjalan harmonis dan membawa dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
Asyhari Eko Prayitno, S.Psi, S.Pd, S.M, M.M, M.Pd. adalah Ketua Pemuda LDII Kota Kediri yang juga Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin
