Pemuda LDII Kota Kediri Gelar Sosialisasi ETLE Bersama Ditlantas Polda Jatim, Diikuti 800 Peserta
Kediri (27/7). Pemuda LDII Kota Kediri menggelar kegiatan sosialisasi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) yang diadakan di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Pesantren, Kota Kediri, pada Minggu (27/7). Kegiatan ini dihadiri sekitar 800 santri dan generasi muda LDII Kota Kediri dari berbagai jenjang usia.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Ditlantas Polda Jawa Timur, Sutriyono Krispatih, dari Subdit Gakkum, yang memberikan pemaparan terkait sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya disiplin berlalu lintas.
Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan edukatif seperti ini untuk terus digelar secara berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini bukan yang terakhir, karena edukasi dari Ditlantas Polda Jatim sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan pemuda,” ujarnya.
Turut hadir pula perwakilan dari Polres Kediri Kota, Aipda Sigit Pramuji, yang menyampaikan salam dari Kapolres dan mengajak seluruh peserta menyimak materi dengan serius demi keselamatan bersama.

Dalam penyampaiannya, Sutriyono menjelaskan bahwa ETLE merupakan sistem penegakan hukum lalu lintas yang memanfaatkan perangkat elektronik seperti kamera untuk mendeteksi secara otomatis berbagai pelanggaran lalu lintas. Teknologi ini menggunakan Automatic Number Plate Recognition (ANPR) untuk mengenali pelat nomor kendaraan dan mengirimkan bukti pelanggaran langsung ke alamat pemilik kendaraan.
Beberapa pelanggaran yang bisa terdeteksi oleh ETLE antara lain: berboncengan lebih dari dua orang, tidak memakai helm, melanggar lampu merah, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, tidak memakai sabuk pengaman, hingga parkir sembarangan.
Di akhir sesi, Sutriyono mengapresiasi ketertiban peserta, “Saya lihat para pemuda LDII datang dengan tertib, memakai helm, dan tidak ada yang menggunakan knalpot brong. Ini adalah contoh nyata budaya tertib lalu lintas yang patut diapresiasi,” ungkapnya.
Ketua panitia, Muhammad Huda Mei Setio, menyampaikan bahwa para santri mengikuti kegiatan sosialisasi dengan antusias dan berpartisipasi aktif saat sesi tanya jawab berlangsung. Menurutnya, hal ini menandakan bahwa edukasi hukum perlu diberikan sejak usia dini.
“Santri tidak hanya dituntut untuk mendalami ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki wawasan kebangsaan serta kesadaran akan pentingnya menjaga ketertiban di masyarakat,” tegasnya.
Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Para peserta antusias berdiskusi seputar teknis pelaksanaan ETLE, efektivitasnya di lapangan, hingga jenis-jenis pelanggaran yang sering terjadi.
Melalui kegiatan ini, Pemuda LDII dan Polda Jatim berharap terciptanya sinergi dalam mewujudkan ketertiban serta keselamatan berlalu lintas dan mendukung penuh implementasi ETLE di wilayah Kota Kediri dan sekitarnya.

1 Comment
[…] Kediri (2/2). Menanggapi dimulainya Operasi Keselamatan Semeru 2026 oleh Polres Kediri Kota, Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, bersama Sekretaris Asyhari Eko Prayitno, memberikan instruksi dan imbauan bagi seluruh warga LDII di wilayah Kota Kediri. […]