Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
June 21, 2026
Daerah Dakwah Nasihat

Pengajian Pemuda LDII Kota Kediri: Sebesar Apa Pun Bangunan akan Sia-Sia Tanpa Pondasi Iman yang Kuat

  • June 21, 2026
  • 2 min read
  • 3 Views
Pengajian Pemuda LDII Kota Kediri: Sebesar Apa Pun Bangunan akan Sia-Sia Tanpa Pondasi Iman yang Kuat

Kediri (21/6). Pemuda LDII Kota Kediri menggelar Pengajian Pemuda bertajuk “Pelestarian Tata Bahasa Jawa Krama GEN-Z NYAWIJI: Ngrumat Basa, Nguri-nguri Tata Krama” di Pondok Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri, pada Minggu (21/6). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan generasi penerus (generus) LDII Kota Kediri dan menghadirkan dua pemateri, yakni Ustaz Eko Suwarko dan Ustaz Moch Zainul Arifin.

Dalam tausiyah pembukaan acara, Ustaz Eko Suwarko menekankan bahwa generasi penerus harus memiliki keimanan yang kuat. Menurutnya, sekalipun diberikan musibah, selama Allah masih memberikan keimanan, hal itu bukan alasan bagi seseorang untuk kehilangan arah dan tujuan hidup.

“Keimanan menjadi anugerah terbesar yang harus dijaga dalam keadaan apa pun,” ujar Ustaz Eko Suwarko.

Ia juga berpesan agar generasi penerus tidak merasa susah atau hina ketika menjalankan perintah agama. Perempuan yang diwajibkan menutup aurat dan laki-laki yang dianjurkan berpakaian di atas mata kaki, menurutnya, hendaknya dipahami sebagai bentuk ketaatan kepada Allah yang menjadikan seseorang mulia di hadapan-Nya.

“Pembangunan dari zaman ke zaman terus mengalami perkembangan. Sekolah, aula, dan masjid semakin banyak dan semakin megah pembangunannya. Namun, di sisi lain, keimanan justru semakin melemah,” ujarnya.

Ustaz Eko Suwarko menambahkan, generasi penerus harus memiliki pondasi keimanan yang kuat. Sebab, sebesar dan semegah apa pun suatu bangunan akan menjadi sia-sia apabila generasi penerus tidak mampu melanjutkan tongkat estafet dalam memahami Al-Qur’an dan hadis.

“Satu orang yang memiliki pemahaman agama yang baik lebih berat godaannya bagi setan dibandingkan seribu orang ahli ibadah. Orang yang memiliki pemahaman dapat mengajak dan membimbing orang lain untuk memahami agama, sedangkan orang yang hanya ahli dalam beribadah manfaatnya lebih banyak dirasakan untuk dirinya sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Ustaz Zainul Arifin dalam materinya mengangkat tema “Ngrumat basa, nguri-nguri tata krama” yang bermakna memelihara bahasa dan melestarikan tata krama. Ia mengingatkan generasi penerus, khususnya yang berlatar budaya Jawa, untuk tidak melupakan identitas dan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

“Generasi muda diharapkan mampu menggunakan bahasa Jawa dengan baik, terutama saat berbicara dengan orang yang lebih tua,” ujar Ustaz Arifin.

Ia menjelaskan, kemampuan berbahasa Jawa krama akan sangat bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat, terutama ketika generasi muda kelak berumah tangga. Namun, ia mengingatkan agar generasi muda yang belum mampu berbahasa Jawa dengan baik dan benar untuk menggunakan bahasa Indonesia yang sopan.

“Harapan saya, generasi penerus tidak hanya memiliki keimanan dan pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu menjaga bahasa serta tata krama Jawa sebagai wujud akhlak luhur di tengah perkembangan zaman,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *