Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 20, 2026
Provinsi Sosok

Terpilih Kembali Secara Aklamasi, H.Dedid Sebagai Ketua Pengprov Persinas ASAD Jatim dan Royan Abdillah Sekretarisnya

  • January 31, 2026
  • 2 min read
  • 113 Views
Terpilih Kembali Secara Aklamasi, H.Dedid Sebagai Ketua Pengprov Persinas ASAD Jatim dan Royan Abdillah Sekretarisnya

Surabaya (31/1). Terpilih secara aklamasi di Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Persinas ASAD Jawa Timur, H. Dedid Cahya Happyanto kembali memimpin Kembali Persinas ASAD Provinsi Jawa Timur periode 2026 – 2031 dan Royan Abdillah Zakaria sebagai Sekretaris, pada Sabtu (31/1).

Dalam sambutannya, Dedid mengatakan bahwa terpilih kembali memimpin Persinas ASAD Jatim lima tahun kedepan merupakan amanah yang besar dan harus dilaksanakan dengan baik.

“Mohon saya dibantu doa, dukungan dan nasehat. Karena tidak ada manusia yang sempurna, sehingga perlu kritik dan saran yang membangun Persinas ASAD Jatim lebih baik,” pintanya.

Ponpes Wali Barokah Hadiri Musprov VI Persinas ASAD Jatim
Terpilih Kembali Secara Aklamasi, H.Dedid Sebagai Ketua Pengprov Persinas ASAD Jatim dan Royan Abdillah Sekretarisnya (paling kanan)

Sedangkan Ketua umum PB Persinas ASAD, Marsma TNI (Purn) KH. Sukur memberikan apresiasi kepada Pengprov Persinas ASAD Jatim yang mampu menjalankan Musprov VI dengan baik dan lancar. Ia berharap pada pengurus yang baru besungguh sungguh dalam mengemban amanah sebagai pengurus Persinas ASAD Jatim.

Ia berpesan bahwa ketua terpilih tidak bisa bekerja sendiri karena semua pengurus akan menjadi tim yang kuat dalam mencapai tujuan. “Bangun tim yang solid dan itu semua perlu kerja sama dan pengorbanan dari semua pengurus sesuai dengan dapuannya masing masing, serta saling menguatkan,” tandasnya.

Ia juga memberikan arahan mengenai pentingnya manajemen yang profesional dan akuntabel. Ia berpesan agar organisasi tampil modern dan tertib administrasi, sembari mendorong pola pembinaan atlet berbasis sport science.

“Jawa Timur adalah gudangnya pesilat berprestasi. Saya berpesan agar atlet-atlet di sini dikelola dengan benar agar kita terus melahirkan jawara di gelanggang kompetisi internasional,” ujarnya.

Menutup sambutannya, H.Sukur memberikan penekanan keras mengenai etika dan karakter seorang pendekar. Ia mengingatkan bahwa persaingan hanya terjadi di atas matras, sementara di luar arena, semua adalah saudara.

“Pendekar itu kalau sudah di matras, hatinya seperti macan. Tapi kalau keluar arena, semua adalah saudara. Jangan sampai bertarung di luar. Semboyan kita, “seribu teman masih kurang, satu musuh terlalu banyak,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *