Warga PC LDII Pagu mengikuti Pengajian Umum pada Sabtu, (21/2), di Kambingan, Pagu, Kabupaten Kediri.
Kediri (22/02). Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pagu, menggelar Pengajian Umum pada Sabtu, (21/2), di Kambingan, Pagu, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari warga dan pemuda LDII setempat.
Pengajian umum tersebut digelar sebagai sarana penguatan iman dan takwa dengan mengharap rahmat Allah SWT di bulan suci Ramadan. Momentum menjelang Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat pemahaman agama, memperbaiki kualitas ibadah, serta menyiapkan diri secara lahir dan batin.
Pada sesi Nasihat Pemantapan Agama, Ustaz Ihsan Tohari menekankan pentingnya rahmat Allah SWT dalam setiap amalan ibadah. Ia menyampaikan bahwa sebanyak apa pun amal seseorang, tetap membutuhkan rahmat Allah agar bernilai dan diterima.
“Sebanyak apa pun amal ibadah kita, semuanya tetap bergantung pada rahmat Allah SWT. Tanpa rahmat-Nya, kita tidak akan mampu meraih keselamatan,” ujar Ustaz Ihsan Tohari saat menyampaikan kisah seorang ahli ibadah dari Bani Israil yang beribadah selama 500 tahun tanpa bermaksiat.
Ia kemudian menjelaskan bahwa ahli ibadah tersebut bahkan berdoa agar diwafatkan dalam keadaan sujud dan Allah mengabulkannya. Namun ketika di akhirat, ia meminta agar amalnya selama 500 tahun dijadikan dasar untuk masuk surga, bukan karena rahmat Allah.
“Ketika amal itu ditimbang, ternyata tidak sebanding dengan nikmat Allah yang telah diberikan selama hidupnya di dunia. Dari situlah kita memahami bahwa rahmat Allah jauh lebih menentukan daripada sekadar hitungan amal,” ungkapnya.
Dari kisah tersebut, ia menegaskan bahwa manusia wajib senantiasa memohon rahmat Allah SWT dalam setiap ibadahnya. Amal saleh harus dibarengi dengan kerendahan hati dan doa agar mendapatkan pertolongan serta ampunan-Nya.

Pada sesi berikutnya, Ustaz Wahyu membahas Surah Al-Baqarah ayat 183–184 yang menjelaskan kewajiban puasa bagi orang-orang beriman di bulan Ramadan. Ia menerangkan bahwa Ramadan merupakan bulan istimewa, di mana setiap amalan akan dilipatgandakan pahalanya.
“Allah mewajibkan puasa kepada orang-orang beriman agar mereka bertakwa. Ramadan adalah waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menghapus dosa-dosa kita,” jelas Ustaz Wahyu di hadapan peserta pengajian.
Ia menjelaskan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pendidikan jiwa agar lebih sabar dan disiplin. Selain itu, Islam memberikan keringanan bagi orang yang sedang sakit atau dalam perjalanan untuk tidak berpuasa, dengan kewajiban menggantinya di hari lain di luar bulan Ramadan.
“Bagi yang sakit atau safar memang diberi keringanan, tetapi tetap ada kewajiban mengganti di hari lain. Ini menunjukkan bahwa syariat Islam penuh rahmat dan kemudahan,” pungkasnya.
