Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 2, 2026
Daerah Dakwah

Warga LDII Kota Kediri Dibekali Wawasan Hukum dan Nilai Keimanan dalam Pengajian Akbar

  • January 10, 2026
  • 2 min read
  • 129 Views
Warga LDII Kota Kediri Dibekali Wawasan Hukum dan Nilai Keimanan dalam Pengajian Akbar

Kediri (10/1). Ratusan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri mengikuti Pengajian Akbar yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Kediri di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri, pada Sabtu (10/1).

Ketua PC LDII Pesantren, Edy Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan, memiliki wawasan hukum dan memahami aturan-aturan negara adalah hal yang wajib diketahui setiap warga negara, sehingga tumbuh kesadaran hukum yang berdampak pada kualitas hidup yang lebih baik dan berkeadilan.

“Pemahaman hukum sangat berkaitan erat dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Kesadaran terhadap aturan negara itu mampu membentuk sikap warga yang tertib, bertanggung jawab, dan selaras dengan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Edi Riyanto menambahkan, dengan berwawasan hukum, kita akan semakin memahami nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Pada sesi materi Al-Qur’an, Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Ust. Asyhari Eko Prayitno, mengulas Surah Al-A’raf ayat 163 yang mengisahkan pelanggaran Bani Israil terhadap perintah Allah pada hari Sabtu. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ketaatan sering kali diuji ketika godaan terasa dekat dan menggiurkan.

Ratusan warga LDII mengikuti Pengajian Akbar di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri, pada Sabtu (10/1).

“Ketaatan akan tampak nilainya justru ketika terasa berat. Jika seseorang mampu bertahan dalam ketaatan, Allah menjanjikan pahala, namun pelanggaran terhadap perintah-Nya membawa konsekuensi yang serius,” jelas Ust. Asyhari.

Ia menambahkan, pelanggaran besar kerap bermula dari dosa-dosa yang dianggap sepele. Ketika seseorang terbiasa meremehkan kesalahan kecil, maka pelanggaran terhadap aturan yang lebih besar menjadi semakin mudah terjadi.

“Keimanan harus terus ditingkatkan, terutama saat ujian datang. Jangan sampai meremehkan dosa kecil karena itu bisa membuka jalan pada pelanggaran yang lebih besar,” tegasnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Dewan Penasihat DPD LDII Kota Kediri, H. Agus Faisol menyoroti bahwa sepanjang sejarah umat manusia, godaan dalam beribadah selalu hadir dalam berbagai bentuk.

“Ancaman sering kali tidak terlalu efektif melemahkan iman, justru godaan yang menyenangkan itulah yang paling berat untuk dilawan,” ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi umat pada masa Nabi Muhammad SAW, di mana situasi perang tidak membuat umat lalai beribadah, melainkan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Namun, tantangan terbesar justru muncul ketika hawa nafsu dan kenyamanan duniawi mulai mendominasi.

“Melawan hawa nafsu itu jauh lebih berat daripada menghadapi ancaman fisik. Karena itu, iman dan ketaatan harus terus dijaga agar tidak tergelincir,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *