Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 3, 2026
Daerah Dakwah

Pengajian Akbar LDII Kota Kediri Ajak Warga Muhasabah: Jangan Tertipu Kenikmatan Dunia

  • January 10, 2026
  • 3 min read
  • 57 Views
Pengajian Akbar LDII Kota Kediri Ajak Warga Muhasabah: Jangan Tertipu Kenikmatan Dunia

Kediri (10/1). Dewan Penasihat DPD LDII Kota Kediri, H. Agus Faisol, mengajak warga LDII untuk bermuhasabah agar tidak tertipu kenikmatan dunia yang fana. Hal ini disampaikan saat menyampaikan tausiyah Pengajian Akbar DPD LDII Kota Kediri, pada Sabtu (10/1) di Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri.

Menurutnya, sejak zaman dahulu, umat Islam dalam beribadah selalu mendapat godaan dan pengaruh. Mulai dari, pengaruh yang bersifat ancaman, hingga pengaruh yang bersifat menyenangkan. Namun, justru ketika datang suatu pengaruh yang menyenangkan, itu lebih mudah mempengaruhi manusia.

“Tantangan ibadah tidak pernah lepas dari perubahan zaman. Jika dahulu umat diuji dengan tekanan dan ancaman fisik, maka di era sekarang ujian itu hadir dalam bentuk kenyamanan, kemudahan, dan kenikmatan dunia yang kerap melalaikan kewajiban kepada Allah,” jelas H. Agus Faisol.

Ia mencontohkan pada zaman Nabi, ketika perang terjadi, pilihannya hanya dua, hidup atau meninggal. Namun kondisi tersebut tidak menjadikan umat Rasulullah malas beribadah, justru semakin semangat dan bergantung kepada Allah,” tutur H. Agus Faisol.

Ratusan warga LDII mengikuti Pengajian Akbar di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri, pada Sabtu (10/1).

Menurutnya, tantangan yang lebih berat justru muncul ketika manusia dihadapkan pada hawa nafsu. Godaan yang menyenangkan sering kali membuat seseorang lengah, menunda ibadah, bahkan merasa cukup dengan amal yang telah dilakukan.

“Allah sudah mengingatkan dalam Surah Al-Hasyr ayat 18, wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok,” ungkapnya.

Ayat tersebut, lanjut H. Agus, menjadi landasan penting bagi umat Islam untuk senantiasa melakukan muhasabah. Evaluasi diri tidak hanya relevan dalam urusan dunia, tetapi juga menjadi perintah Allah agar manusia menyiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.

“Dunia ini ibarat orang yang sedang menyeberang jalan atau sedang lelungan. Dunia bukan tujuan akhir, melainkan tempat transit sebelum menuju kehidupan yang sebenarnya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sebagaimana manusia biasa mengevaluasi kinerja di awal tahun, Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk mengevaluasi kualitas ibadah. Kesadaran inilah yang harus terus ditanamkan agar keimanan tidak melemah seiring bertambahnya usia dan kenyamanan hidup.

“Salah satu godaan terbesar dalam ibadah adalah propaganda setan yang membuat manusia merasa ibadahnya sudah cukup, padahal belum sesuai dengan kewajiban yang Allah tetapkan,” ujarnya.

Untuk memudahkan pemahaman, H. Agus Faisol memberikan perumpamaan tentang seseorang yang membangun rumah paling megah di desanya. Ia bekerja keras demi kebanggaan duniawi, namun ketika ia wafat, rumah tersebut akhirnya kosong, rusak, tidak ada yang menempati, sehingga tidak memberi manfaat sama sekali.

“Begitu pula dengan amal manusia, jika hanya berorientasi pada dunia, semuanya akan ditinggalkan. Yang akan menemani kita hanyalah amal ibadah yang sesuai tuntunan Allah,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *