Perkuat Kerukunan Umat, LDII Pasangkayu Bekali Mubaligh Tentang Moderasi Beragama
Perkuat Kerukunan Umat, LDII Pasangkayu Bekali Mubaligh Tentang Moderasi Beragama
Pasangkayu (4/2). DPD LDII Kabupaten Pasangkayu menggelar pengajian rutin bagi mubaligh dan mubalighah se-Kabupaten Pasangkayu dengan membahas materi Hadis Sahih Bukhari. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (25/1/2026) di Pasangkayu, Sulawesi Barat ini, menjadi istimewa dengan kehadiran Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pasangkayu, Jabarudin Rowar.
Dalam sesi penguatan organisasi, Jabarudin Rowar menekankan bahwa moderasi beragama merupakan kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Ia meluruskan persepsi mengenai moderasi yang sering disalahartikan oleh sebagian kalangan.
“Moderasi beragama bukan berarti memoderasi ajaran agama yang sudah sempurna, melainkan memoderasi cara umat dalam memahami dan mengamalkannya. Tujuannya agar pemahaman kita tidak terjebak dalam sikap yang terlalu kaku atau justru terlalu bebas,” tegas Jabarudin di hadapan para juru dakwah LDII.

Jabarudin juga menaruh harapan besar agar para mubaligh LDII mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun kerukunan, bersikap adil, dan menghormati setiap perbedaan pendapat. Ia mendorong para dai untuk selalu berani mengambil jalan tengah yang damai demi mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis di Pasangkayu.
Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua DPD LDII Pasangkayu, Lukman Efendi. Ia menegaskan bahwa terciptanya kehidupan yang rukun antarumat beragama di wilayah tersebut tidak lepas dari peran aktif FKUB sebagai jembatan silaturahmi. Lukman secara khusus memberikan penghormatan atas dedikasi Jabarudin Rowar yang telah memimpin FKUB selama dua periode dengan penuh komitmen.
Selain materi kebangsaan, pengajian tersebut diisi dengan pendalaman Hadis Sahih Bukhari yang mengulas tentang manasik haji oleh Ust. Muhammad Tojin. Dalam paparannya, Ust. Tojin menekankan pentingnya pemahaman yang benar mengenai tata cara ibadah haji agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Di sela-sela penjelasannya, Ust. Tojin turut mengapresiasi peran pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi kelancaran ibadah haji bagi masyarakat. Ia menilai pelayanan yang diberikan pemerintah terus menunjukkan perbaikan dan perhatian nyata bagi umat. Ia pun berharap agar pemerintah senantiasa konsisten dalam melayani serta mengayomi masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan haji yang lebih baik di masa mendatang.
