Bupati Marhaen: Kolaborasi dengan Ponpes Al Ubaidah Strategis untuk Kesejahteraan dan Karakter Warga Nganjuk
Bupati Marhaen: Kolaborasi dengan Ponpes Al Ubaidah Strategis untuk Kesejahteraan dan Karakter Warga Nganjuk
Nganjuk (25/2). Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan yang berorientasi pada rakyat. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara “Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim-Dhuafa” di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kertosono, Selasa (24/2).
Dalam sambutannya, Bupati Marhaen memberikan apresiasi kepada Ponpes Al Ubaidah yang konsisten membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sekaligus menjadi pusat pembentukan karakter generasi bangsa.
“Kolaborasi dengan Ponpes Al Ubaidah ini sangat penting. Pondok pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi merupakan bagian penting dari Kabupaten Nganjuk dalam mencetak karakter warga. Pembangunan kita di Nganjuk harus searah, yaitu berorientasi pada kepentingan rakyat kecil,” tegasnya.
Bupati Marhaen juga memaparkan keberhasilan program kesejahteraan di masa kepemimpinannya, terutama di sektor kesehatan yang ia nilai sebagai fondasi utama kesejahteraan. Ia menyebutkan bahwa Pemkab Nganjuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp115 miliar per tahun untuk mencover BPJS Kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.
“Kesehatan adalah kunci. Pada 2017, angka harapan hidup warga Nganjuk masih di kisaran 60-an tahun. Alhamdulillah, data BPS pada 2025 menunjukkan angka harapan hidup rata-rata warga kita telah melonjak signifikan mencapai 75 tahun,” ungkapnya.

Selain jaminan kesehatan, Marhaen juga menyoroti strategi ekonomi daerah melalui pembukaan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN). Ia membuka peluang seluas-luasnya bagi investor, namun dengan syarat ketat yang berpihak pada warga lokal.
“Investasi harus membawa manfaat nyata bagi warga Nganjuk. Syaratnya tegas, harus melibatkan tenaga kerja lokal mulai dari pembangunan hingga operasional. Dengan begitu, pengangguran generasi muda menurun dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menggandeng pondok pesantren dalam memajukan Nganjuk, baik dari sisi spiritual maupun ekonomi.
Acara ini dihadiri pula oleh jajaran Forkopimda Nganjuk, perwakilan Kodim dan Polres, para kepala dinas, Ponpes ali Barokah, Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Amrodji Konawi, Dewan Penasehat Pusat DPP LDII, serta berbagai elemen ormas Islam lainnya.
