Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 18, 2026
Daerah Kesehatan Pesantren

Dinkes Kota Kediri Apresiasi LDII dalam Pencegahan Penyakit Gigi Pada Santri

  • January 28, 2026
  • 2 min read
  • 31 Views
Dinkes Kota Kediri Apresiasi LDII dalam Pencegahan Penyakit Gigi Pada Santri

Kediri (28/1). DPD LDII Kota Kediri bersama Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan di Gedung Wistram, pada Selasa pagi (27/1). Upaya ini menjadi perkuat komitmen dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut di lingkungan pesantren .

Langkah strategis ini menjadi sinkronisasi antara bidang pendidikan dan institusi keagamaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan sehat.

Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto memberikan apresiasi atas kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah baik untuk membangun kemandirian santri, terutama dalam literasi kesehatan.

“Kami mendukung langkah sinergis ini. Penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah dalam mewujudkan kemandirian santri di bidang kesehatan,” tegas H. Agung.

Ia menambahkan bahwa pesantren adalah ekosistem yang besar. Jika santri memiliki edukasi kesehatan yang baik, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan saat kembali ke tengah masyarakat kelak.

Ponpes Wali Barokah dan FKG IIK Bhakti Wiyata Sepakat Tandatangani MoU
Ponpes Wali Barokah dan FKG IIK Bhakti Wiyata Sepakat Tandatangani MoU

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto, memuji sikap proaktif LDII dan Ponpes Wali Barokah dalam merespons isu kesehatan. Kolaborasi ini dinilai sangat membantu program pemerintah, khususnya dalam capaian screening kesehatan gigi di wilayah kerja Puskesmas setempat.

“Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Jika santri sehat, mereka akan lebih giat mengaji dan sukses dalam menimba ilmu. Kami sangat mendukung aksi nyata ini agar tidak hanya menjadi simbol di atas kertas,” tutur Hendik.

Kegiatan ini menegaskan posisi IIK Bhakti Wiyata sebagai institusi yang konsisten menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kerja sama ini, para santri akan mendapatkan akses pemeriksaan dan edukasi berkala, sementara mahasiswa kedokteran gigi dapat mengasah pengalaman klinisnya di bawah supervisi ahli.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan standar kesehatan di lingkungan pondok pesantren semakin meningkat, menciptakan santri yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga sehat secara fisik untuk menunjang produktivitas mereka selama menimba ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *