Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 18, 2026
Nasional Teknologi

DPP LDII: Literasi Digital Dorong Produksi Konten yang Memberi Dampak Positif

  • February 5, 2026
  • 3 min read
  • 30 Views
DPP LDII: Literasi Digital Dorong Produksi Konten yang Memberi Dampak Positif

Surabaya (5/2). Menjelang pelaksanaan pelatihan jurnalistik dan literasi digital, Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII bersama Biro KIM DPW LDII Jawa Timur memenuhi undangan dialog di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur. Dialog yang dikemas dalam format podcast tersebut dipandu Pranata Humas Ahli Pertama Dinas Kominfo Jawa Timur, Sa’adah Hafidz, dan berlangsung pada Selasa (3/2).

“Dalam lingkup nasional, kami telah memulai kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital sejak 2007, yang kala itu masih bernama Departemen Komunikasi dan Informatika, untuk menjalankan Gerakan Internet Sehat atau GIS,” ujar Ketua Departemen KIM DPP LDII, Ludhy Cahyana.

Departemen KIM menilai GIS memiliki peran strategis untuk mengantisipasi potensi media sosial yang dapat berubah menjadi ruang publik yang berisiko bagi masyarakat. “Pada masa itu, media sosial yang populer masih Facebook dan digunakan sebatas sarana silaturrahim. Namun kemenangan Barack Obama dalam Pemilu Amerika Serikat 2008 melalui pemanfaatan media sosial, disusul Pilkada DKI Jakarta 2012, menunjukkan bahwa Facebook juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana kampanye hitam,” jelas Ludhy.

Berangkat dari kondisi tersebut, DPP LDII mulai mengembangkan situs serta media sosial resmi organisasi. Langkah tersebut kemudian diperkuat dengan pendirian LDII News Network pada 10 November 2013 sebagai kantor berita resmi DPP LDII. “Saat ini kami memproduksi lebih dari 300 berita setiap bulan, ratusan konten media sosial, serta membentuk koordinator wilayah untuk memantau pemberitaan di situs resmi organisasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten,” paparnya.

Pelatihan jurnalistik yang akan digelar DPW LDII Jawa Timur, menurut Ludhy, merupakan bagian dari upaya penguatan pemberitaan sekaligus kaderisasi. Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Biro KIM LDII Jawa Timur, Sofyan Gani, menyampaikan bahwa pelatihan jurnalistik telah menjadi agenda rutin tahunan guna meningkatkan kualitas pemberitaan LDII di Jawa Timur.

Sofyan menegaskan bahwa literasi digital bagi LDII tidak hanya sebatas pelatihan jurnalistik, tetapi juga mencakup pemahaman yang komprehensif tentang media sosial. “Tujuannya agar warga LDII semakin bijak dalam menggunakan media sosial, sekaligus mampu memproduksi konten yang tidak sekadar mengejar viral. Sejak 2024, kami juga telah menjalin kerja sama literasi digital dengan Dinas Kominfo Jawa Timur,” tuturnya.

Dengan pemahaman jurnalistik dan penulisan berbasis fakta, Sofyan berharap warga LDII terbiasa melakukan cek dan ricek informasi. Selain itu, media sosial diharapkan dimanfaatkan untuk hal-hal positif, termasuk memperkuat kerukunan dalam kehidupan beragama. “Jangan sampai media sosial justru menjadi sarana yang memecah belah,” tegasnya.

Sofyan menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik LDII Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026 dan akan diikuti sekitar 200 peserta. Setiap DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur mengirimkan empat perwakilan. “Mereka adalah generasi muda yang akrab dengan media sosial. Ke depan, merekalah yang akan membantu publikasi LDII di daerahnya sekaligus menularkan literasi media sosial kepada rekan-rekannya,” ungkap Sofyan.

DPP dan DPW LDII berharap warga LDII khususnya, serta masyarakat secara umum, semakin cerdas dan bijak dalam menyikapi media sosial. Jangan mudah terjebak pada informasi berbasis persepsi atau opini tanpa verifikasi fakta. “Literasi digital bukan sekadar memahami informasi, tetapi juga menghasilkan konten yang berdampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Sofyan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *