Kediri (13/9). Ikuti gerakan serentak Cek Gerakan Gratis (CGK) se-Jawa Timur, PC LDII Kecamatan Mojoroto membuka layanan CGK di Pondok Pesantren Nurul Hakim Al-Fatah, Minggu (13/9). Kegiatan tersebut dibuka bagi santri maupun masyarakat di sekitar lokasi tanpa dipungut biaya.
Layanan pemeriksaan tersebut terbuka untuk warga di lingkungan pondok, termasuk masyarakat RT 01 dan RT 03 Kelurahan Bandar Kidul, turut diberikan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan.
Ketua PC LDII Kecamatan Mojoroto, Budianto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut gerakan cek kesehatan yang dicanangkan secara serentak oleh DPW LDII Jawa Timur. Untuk pelaksanaan di wilayah Mojoroto, panitia menyiapkan layanan bagi sekitar 200 peserta.
“Hari ini kita mengadakan kegiatan serentak se-Jawa Timur, yaitu gerakan cek kesehatan gratis mengikuti instruksi dari DPW LDII Jawa Timur. Untuk wilayah PC Mojoroto, target kami sekitar 200 orang yang diperiksa,” ujar Budianto.
Pelayanan kesehatan didukung oleh dua tim medis dengan total 12 tenaga kesehatan. Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan mereka lebih awal, terutama berkaitan dengan risiko penyakit tidak menular yang memerlukan perhatian dan pemeriksaan lanjutan.

Ia menuturkan, kerja sama dengan Puskesmas Campurejo bukan kali pertama dilakukan. Hubungan tersebut telah berjalan dalam sejumlah kegiatan kesehatan di lingkungan pondok pesantren, termasuk pemantauan kondisi sanitasi dan penyampaian edukasi mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kepada para santri.
“Kolaborasi kami dengan Puskesmas Campurejo berjalan rutin, mulai dari inspeksi sanitasi pondok hingga edukasi Germas kepada para santri,” jelasnya.
Sementara itu, Nana Mahmudah, staf bagian layanan kesehatan perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Kediri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan gerakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara bersamaan di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Khusus di Kota Kediri, kegiatan dibagi berdasarkan tiga wilayah, yakni Kecamatan Pesantren, Kota, dan Mojoroto. Sementara kegiatan dengan jumlah sasaran terbesar dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Manshurin.
“Target total peserta mencapai 1.700 lansia. Rinciannya, wilayah barat ditargetkan 200 orang, wilayah tengah 500 orang, dan wilayah timur di Klesek sebanyak 1.000 orang,” paparnya.
Menurut Nana, pemeriksaan kesehatan secara rutin memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengenali kondisi tubuhnya lebih awal. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus memberikan dampak positif terhadap kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.
“Semoga ke depannya warga LDII bisa lebih sehat dan tahun depannya lebih baik lagi. Dengan cek kesehatan ini bisa membantu deteksi dini penyakit kolesterol, diabetes, dan lain-lain,” ujar Nana.
Sementara itu, Mumalikah perwakilan dari Puskesmas Campurejo menilai pelaksanaan pemeriksaan di Pondok Pesantren Nurul Hakim Al-Fatah berlangsung sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Koordinasi antara tenaga kesehatan dan pengurus pondok juga dinilai berjalan efektif.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar sesuai rencana. Koordinasi dengan pengurus pondok pesantren juga berjalan dengan baik. Pengurus sangat komunikatif dan sangat membantu petugas selama kegiatan berlangsung,” ujar Mumalikah.
Mumalikah juga mengapresiasi dukungan fasilitas yang telah disiapkan oleh pihak pondok. Ketersediaan sarana dan prasarana tersebut turut menunjang kelancaran proses pelayanan kepada peserta.
“Sarana dan prasarana juga sudah disediakan dengan baik. Secara umum tidak ada yang kurang, sehingga kegiatan pemeriksaan kesehatan dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
