Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 21, 2026
Daerah Pesantren

Gelar Seminar, Ponpes Wali Barokah dan LDII Perkuat Peran Santri untuk Indonesia Emas 2045

  • October 25, 2025
  • 3 min read
  • 92 Views
Gelar Seminar, Ponpes Wali Barokah dan LDII Perkuat Peran Santri untuk Indonesia Emas 2045

Kediri (23/10). Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pondok Pesantren Wali Barokah dan LDII Kota Kediri menggelar Seminar Hari Santri dan Sumpah Pemuda 2025 di Gedung DMC lantai 5, pada Kamis (23/10).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan santri, guru, dan pengurus pesantren, serta disiarkan secara daring ke beberapa pesantren mitra seperti Ponpes Nurul Huda Al Manshurin Tempurejo, Ponpes Al Hasun Bangsal, dan Ponpes Nurul Hakim Al Fatah Bandar. Seminar tersebut mengusung tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”.

Acara menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priyambodo, Kepala BNN Kota Kediri Yudha Wirawan, dan Kepala Kemenag Kota Kediri A. Zamroni, yang masing-masing membawakan materi seputar semangat kebangsaan, bahaya narkoba, dan karakter santri di era modern.

Kepala Kemenag Kota Kediri A. Zamroni dalam presentasinya.

Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 04 Tahun 2025 tentang Panduan Pelaksanaan Hari Santri, sekaligus menjadi ajang refleksi atas semangat juang santri dan pemuda dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

“Hari Santri dan Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk meneladani perjuangan para kiai dan santri yang berjuang membela kemerdekaan. Santri masa kini harus melanjutkan cita-cita para pendahulu dengan semangat keilmuan, akhlak, dan nasionalisme,” ujarnya.

KH Sunarto menegaskan, santri memiliki peran strategis dalam membangun masa depan Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi.

“Santri diharapkan mampu berkontribusi nyata, menjadi penjaga moral bangsa sekaligus penggerak kemajuan peradaban dunia,” imbuhnya.

Selain itu, Agung Riyanto, Ketua LDII Kota Kediri mengatakan bahwa jihad masa kini bukan lagi perang fisik, tetapi jihad intelektual — melawan kebodohan dan kemalasan berpikir. Santri harus menjadi agen perubahan dan inovasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga generasi muda pesantren dari ancaman narkoba.

“Santri adalah aset bangsa. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia bebas narkoba,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi dan pembinaan berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Ia menegaskan, santri harus menjadi figur berkarakter luhur, sederhana, dan toleran di tengah arus globalisasi dan budaya digital.

“Santri harus menjaga tradisi, tapi juga siap menjadi pusat peradaban dunia. Nilai kesederhanaan, tawadhu, dan toleransi adalah pondasi moral yang harus dijaga,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa santri memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin bangsa.”Banyak santri hari ini telah menjadi pemimpin, menteri, dan wakil rakyat. Pendidikan karakter pesantren seperti di Wali Barokah adalah modal utama dalam mencetak generasi berakhlakul karimah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ketua Pemuda LDII Kota Kediri Asyhari Eko Prayitno berharap pesantren terus menjadi motor penggerak dalam mencetak generasi muda yang religius, cerdas, dan berdaya guna bagi masyarakat dan negara serta pilar penting dalam pembentukan karakter bangsa.

“Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga pelopor moral bangsa. Sejarah mencatat, santri dan kiai turut berjuang dalam kemerdekaan dan pembangunan nasional. Sehingga harus menjadi ajang refleksi untuk memperkuat peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan karakter, kebangsaan, dan kemandirian umat,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *