Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 12, 2026
Nasional Pesantren

Kemenag DKI Apresiasi Ujian Hafalan Al-Qur’an di Ponpes Minhaajurrosyidiin LDII

  • March 8, 2026
  • 2 min read
  • 30 Views
Kemenag DKI Apresiasi Ujian Hafalan Al-Qur’an di Ponpes Minhaajurrosyidiin LDII

Jakarta (8/3) – Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Jakarta kembali menyelenggarakan Ujian Hafalan Al-Qur’an (UHQ) dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi para santri untuk menguji sekaligus memperkuat hafalan Al-Qur’an yang telah mereka pelajari selama ini.

Melalui kegiatan tersebut, pihak pesantren berharap dapat terus melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, memiliki kepedulian sosial tinggi, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ketua Yayasan Ponpes Minhaajurrosyidiin, Marsma (Purn) Sukur, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengingatkan para santri agar tidak hanya fokus pada ibadah, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, meskipun para santri sibuk dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an yang memiliki keutamaan besar, mereka tetap harus menumbuhkan empati dan semangat berbagi kepada sesama.

Ia juga menegaskan bahwa seorang penghafal Al-Qur’an perlu mampu menyeimbangkan kesalehan spiritual dengan kesalehan sosial. Ujian hafalan ini bukan hanya bertujuan menjaga kualitas hafalan santri agar tetap mutqin, tetapi juga menjadi sarana evaluasi program tahfidz di pesantren sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Pada tahun ini, ujian tersebut diikuti oleh 253 santri dan santriwati yang telah menghafal lebih dari lima juz. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/3/2026) itu turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Bodhi Atarva Thanaswara, bersama jajarannya.

Dalam kesempatan itu, Bodhi juga menyampaikan apresiasi dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan pesantren serta para penghafal Al-Qur’an. Ia menyebut bahwa Kementerian Agama terus mendukung lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an sebagai bagian dari budaya pesantren yang perlu dijaga dan dilestarikan. Pemerintah juga memberikan dukungan melalui berbagai program, salah satunya beasiswa jalur Tahfidz Al-Qur’an di sejumlah perguruan tinggi negeri.

Acara kemudian ditutup dengan tausiah oleh Pengasuh Ponpes Minhaajurrosyidiin, KH Sampurno, yang mengingatkan tentang makna hakiki ibadah puasa. Ia menjelaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu, menjauhi perbuatan buruk, serta menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat dan cenderung membawa mudarat.

Di bulan Ramadan ini, ia berharap tujuan utama puasa untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah dapat benar-benar tercapai, salah satunya dengan memperbanyak murojaah atau mengulang hafalan Al-Qur’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *