Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 19, 2026
Dakwah Nasihat

Keutamaan Shalat Malam pada Bulan Ramadan

  • February 24, 2026
  • 4 min read
  • 61 Views
Keutamaan Shalat Malam pada Bulan Ramadan

Oleh: Yuda Langgeng (Wakil Sekretaris DPD LDII Kota Kediri)

Bulan Ramadan adalah momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik di siang hari melalui puasa maupun di malam hari dengan shalat malam dan tahajud. Selain menahan lapar dan dahaga, kaum muslimin dianjurkan menghidupkan malam Ramadan dengan qiyamul lail sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Shalat malam dapat dilaksanakan sejak selesai menunaikan shalat Isya hingga terbit fajar. Setiap shalat sunnah yang dikerjakan dalam rentang waktu tersebut disebut sebagai Qiyamul Lail atau Shalatul Lail. Termasuk di dalamnya adalah sholat Tarawih dan shalat Tahajud, serta shalat sunnah lainya. Shalatul Lail mencakup seluruh bentuk ibadah malam, baik yang dilaksanakan pada bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan.

Adapun mengenai shalat Tahajud, sebagian ulama menjelaskan bahwa Tahajud adalah bagian dari shalat malam yang dikerjakan setelah seseorang tidur terlebih dahulu. Penjelasan ini bukanlah syarat mutlak, melainkan sebagai bentuk perincian untuk membedakan istilah Tahajud dari qiyamul lail secara keseluruhan.

Dalam Al-Qur’an Allah menegaskan perintah untuk melaksanakan shalat Tahajud bagi kaum Muslimin, Allah SWT berfirman:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ ۖ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)

Ayat ini menunjukkan bahwa shalat tahajud memiliki kedudukan yang tinggi. Bahkan bagi Rasulullah SAW, tahajud merupakan perintah khusus yang menjadi sarana meraih maqam mahmud (kedudukan terpuji).

Shalat Malam sebagai Ciri Orang yang Bertakwa

Allah SWT juga menjelaskan ciri hamba-hamba yang bertakwa dalam firman-Nya:
كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat: 17–18)

Ayat tersebut menegaskan bahwa kebiasaan bangun malam untuk beribadah dan beristighfar adalah karakter orang-orang saleh. Terlebih di bulan Ramadan, ketika setiap amal dilipatgandakan pahalanya, shalat malam menjadi semakin utama.

Janji Ampunan bagi yang Menghidupkan Malam Ramadan

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, dahulu pernah mengumpulkan umat Islam untuk melaksanakan sholat berjamaah pada bulan Ramadan, berdasarkan hadis Rasulullah ﷺ,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa melaksanakan shalat malam pada hari bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis sahih ini menjadi landasan kuat bahwa shalat malam di bulan Ramadan, termasuk tarawih dan tahajud, merupakan sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu, apabila dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ

“Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut menegaskan bahwa shalat malam memiliki keutamaan paling tinggi di antara shalat sunnah lainnya.

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Keistimewaan tahajud juga terletak pada waktu pelaksanaannya. Rasulullah SAW bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa dan memohon ampun. Di bulan puasa, kesempatan ini semakin bernilai karena digabungkan dengan keutamaan Ramadan sebagai bulan rahmat dan maghfirah.

Momentum Membentuk Pribadi Taqwa

Sebagaimana sering ditegaskan dalam berbagai pembinaan umat oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga membentuk karakter luhur dan meningkatkan ketakwaan. Shalat malam dan tahajud menjadi sarana efektif untuk melatih keikhlasan, kesabaran, serta kedisiplinan dalam beribadah.

Bangun di sepertiga malam terakhir membutuhkan kesungguhan dan niat yang kuat. Dari situlah lahir pribadi yang tangguh secara spiritual. Orang yang terbiasa tahajud akan memiliki hati yang lebih lembut, mudah menerima nasihat, serta lebih kuat menghadapi ujian kehidupan.

Menghidupkan malam Ramadan dengan shalat tahajud maupun qiyamul lail adalah investasi akhirat yang sangat besar nilainya. Perintah dari Al-Qur’an dan hadis menunjukkan betapa agung keutamaannya: diangkat derajatnya, diampuni dosanya, serta dikabulkan doanya.

Semoga di bulan suci ini kita diberi kekuatan untuk tidak hanya berpuasa di siang hari, tetapi juga menghidupkan malam dengan shalat, doa, dan istighfar. Karena sejatinya, kemuliaan seorang hamba tidak hanya diukur dari banyaknya amal, tetapi dari keikhlasan dan kesungguhannya dalam mendekat kepada Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *