LDII Dukung Penyesuaian Distribusi Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan, Sinergi dengan MUI dan Pemkab Pringsewu
Pringsewu (24/2) – Organisasi kemasyarakatan Islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu mengusulkan penyesuaian distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan agar program nasional tersebut tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa para siswa dan santri.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pringsewu, Dian Arif Rahman, mendampingi Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu KH. Muhammad Hambali dalam audiensi bersama Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas di Kantor Bupati, Selasa (24/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, LDII dan MUI menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis terkait pelaksanaan MBG selama Ramadan.
Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi anak, menekan angka stunting, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga. LDII memandang program ini sebagai investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul dan berdaya saing.
Namun demikian, MUI dan LDII menilai perlu adanya mitigasi agar distribusi makanan tidak menimbulkan persoalan di tengah pelaksanaan ibadah puasa. Beberapa poin rekomendasi yang disampaikan antara lain pengaturan skema distribusi agar makanan tidak dikonsumsi pada siang hari, teknis pengambilan oleh orang tua atau wali murid, serta penguatan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga ibadah puasa.
Selain itu, diperlukan koordinasi yang lebih intensif antar pemangku kepentingan di lapangan, termasuk satuan tugas MBG di tingkat desa dan kecamatan. Sosialisasi secara masif juga dianggap penting untuk menegaskan bahwa Makan Bergizi Gratis selama Ramadan diperuntukkan sebagai konsumsi saat berbuka puasa atau sahur.
Menanggapi usulan tersebut, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengapresiasi peran aktif LDII dan MUI sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa kontrol sosial dan kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar program MBG berjalan tepat sasaran dan minim kendala.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Pringsewu, Imam Fatkuroji, menjelaskan bahwa hingga kini terdapat 48 dapur MBG yang telah beroperasi dengan total penerima manfaat mencapai 121 ribu orang. Penerima manfaat tersebut meliputi balita, ibu hamil, ibu menyusui, murid sekolah, hingga santri pondok pesantren. Program ini juga telah menyerap ribuan tenaga kerja serta melibatkan UMKM lokal sebagai penyedia bahan baku.
Ketua DPD LDII Pringsewu, Dian Arif Rahman, menegaskan bahwa LDII sejalan dengan rekomendasi MUI demi menjaga keseimbangan antara keberlanjutan program pemerintah dan nilai-nilai religius masyarakat.
“Program ini bukan sekadar distribusi makanan, tetapi bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan distribusi, kesadaran kolektif, serta harmonisasi dengan nilai budaya dan agama. Ramadan adalah momentum pendidikan karakter, sehingga pengaturan distribusi MBG justru memperkuat tujuan program,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, MUI, dan LDII, diharapkan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis tetap adaptif selama Ramadan dan membawa kemaslahatan luas bagi masyarakat. Peran aktif LDII dalam mendukung kebijakan yang selaras dengan nilai keagamaan menunjukkan komitmen organisasi dalam membangun generasi berakhlak mulia, sehat, dan unggul di berbagai daerah.
