LDII Sumbawa Barat Dorong Budidaya Pisang Cavendish Berbasis Pupuk Organik Mandiri
LDII Sumbawa Barat Dorong Budidaya Pisang Cavendish Berbasis Pupuk Organik Mandiri
Sumbawa Barat (11/2). DPD LDII Kabupaten Sumbawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui program lingkungan yang berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan bantuan bibit pisang Cavendish kepada PC LDII Kecamatan Alas Barat di Desa Labuhan Mapin, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (2/2).
Bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua DPD LDII Sumbawa Barat, Bambang Supriadi, kepada Ketua PC LDII Alas Barat, Syamsul. Program ini merupakan langkah lanjutan untuk mendorong warga memanfaatkan pekarangan rumah dan kebun mereka secara produktif.

Bambang Supriadi berharap momentum musim hujan saat ini dapat mendukung pertumbuhan bibit pisang tersebut secara optimal. Yang menarik, budidaya ini tidak mengandalkan pupuk kimia, melainkan memanfaatkan pupuk organik hasil inovasi warga melalui program Tabung Sampah Organik Rumah Tangga (Tasorta).
“Dengan pupuk organik yang dihasilkan sendiri, warga tidak perlu lagi terbebani biaya pembelian pupuk. Kami berharap pisang ini nantinya tidak hanya menunjang ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan melalui nilai jualnya,” ujar Bambang.
Keberlanjutan Program Pengelolaan Sampah, Ketua PC LDII Alas Barat, Syamsul, mengapresiasi dukungan tersebut sebagai apresiasi atas keberhasilan warga dalam mencapai target program “Satu Rumah Satu Tasorta”. Menurutnya, penanaman pisang ini adalah mata rantai dari siklus pengelolaan sampah organik yang selama ini telah dijalankan.
“Salah satu manfaat nyata dari Tasorta adalah pupuk organik berkualitas yang kini kami gunakan untuk menanam pisang. Ini adalah bagian dari kemandirian pangan sekaligus solusi dalam mengurangi timbulan sampah di lingkungan rumah tangga,” jelas Syamsul.
Melalui integrasi antara pengelolaan sampah dan budidaya tanaman pangan, PC LDII Alas Barat optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan mandiri secara ekonomi. Program ini diharapkan menjadi role model bagi kesadaran warga akan pentingnya siklus lingkungan yang berkelanjutan.
