PC LDII Mojoagung Gelar Pengajian Bertajuk “Pemberdayaan Ibu sebagai Fondasi Strategis dalam Mencetak Generasi Unggul”
PC LDII Mojoagung Gelar Pengajian Bertajuk "Pemberdayaan Ibu sebagai Fondasi Strategis dalam Mencetak Generasi Unggul"
Jombang (11/2). PC LDII Mojoagung, melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga menggelar pengajian rutin bagi ibu-ibu se-Kecamatan Mojoagung. Kegiatan yang bertempat di Masjid Fatchul Mukmin, Dusun Kagulan, Desa Janti ini dilaksanakan pada Minggu (8/2), dengan dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari beberapa Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di wilayah Mojoagung.
Mengangkat tema “Pemberdayaan Ibu sebagai Fondasi Strategis dalam Mencetak Generasi Unggul”, agenda ini bertujuan memberikan pembekalan bagi ibu-ibu agar memiliki resiliensi dan kapasitas yang mumpuni dalam membina keluarga di tengah tantangan digitalisasi.
Ketua PAC LDII Janti, Suyoto, menekankan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan investasi jangka panjang bagi kedaulatan bangsa. Menurutnya, sosok ibu yang berdaya adalah kunci lahirnya generasi kompetitif yang akan menjadi tulang punggung Indonesia di masa depan.
“Peran ibu sangat sentral, mulai dari masa mengandung hingga proses pendampingan tumbuh kembang anak. Mengingat sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama ibu, maka peningkatan wawasan, kepribadian, dan pemahaman agama bagi kaum ibu menjadi sebuah urgensi,” ujar Suyoto.

Dalam sesi inti, Ustadzah Sinta, dalam kajiannya menyoroti dinamika psikologis yang dihadapi para ibu modern. Ia memaparkan bahwa arus informasi yang masif di media sosial seringkali menciptakan standar ganda yang memicu tekanan batin dan kebingungan peran dalam rumah tangga.
“Berdaya bukan sekadar memiliki akses terhadap informasi, melainkan memiliki kesadaran diri (self-awareness). Seorang ibu yang berdaya adalah mereka yang mengenal potensinya, memegang teguh nilai-nilai rujukan dalam berperilaku, serta mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” jelas Sinta.
Lebih lanjut, Sinta menekankan bahwa kehadiran ibu yang “hadir sepenuh hati” dan terus belajar adalah katalisator utama dalam menciptakan ekosistem keluarga yang sehat. Melalui penguatan mentalitas dan spiritualitas ini, LDII berharap dapat berkontribusi nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
