Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 20, 2026
Pendidikan Pesantren

Ponpes Wali Barokah Gelar Asrama Al-Qur’an Berbahasa Inggris, Hadirkan Pengajar Asal Australia

  • March 1, 2026
  • 2 min read
  • 40 Views
Ponpes Wali Barokah Gelar Asrama Al-Qur’an Berbahasa Inggris, Hadirkan Pengajar Asal Australia

Kediri (1/3) – Pondok Pesantren Wali Barokah kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi religius yang memiliki wawasan internasional. Dalam rangka mengisi Ramadan 1447 H, pesantren tersebut menyelenggarakan program tahunan bertajuk “Asrama Al-Qur’an in English” yang berlangsung selama sembilan hari, mulai 24 Februari hingga 10 Maret 2026.

Kegiatan yang digelar di Lantai 4 Gedung Kantor Wali Barokah ini diikuti sekitar 200–250 peserta dari berbagai jenjang, mulai kelas Lambatan, Cepatan, Hadits Besar (HB), hingga santri pelajar Wali Barokah Boarding School (WBBS). Keberagaman peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti program penguatan bahasa dan pemahaman Al-Qur’an tersebut.

Program tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran Naufal Al Kayyis sebagai tamu spesial dari Australia. Ia mendampingi tim PBI Ponpes Wali Barokah sebagai tutor dalam membahas makna dan kandungan Surah Yasin dari ayat pertama hingga khatam, dengan penjelasan menggunakan bahasa Inggris.

Koordinator program, Ust. H. Midhkal, menyampaikan bahwa penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran bertujuan membekali santri agar mampu menyampaikan pesan Al-Qur’an di tingkat global. “Kami ingin Al-Qur’an tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga dapat dikomunikasikan secara internasional. Kehadiran Mas Naufal memberikan pengalaman langsung bagi santri untuk mendengar dan berinteraksi dengan gaya bahasa native. Fokus pada Surah Yasin diharapkan memperdalam pemahaman tentang akidah serta tanda-tanda kebesaran Allah,” jelasnya.

Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar pesantren dalam mencetak “Santri Profesional Religius” yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi sarana penting dalam memperluas jangkauan dakwah.

“Asrama in English ini adalah agenda rutin Ramadan yang kami banggakan. Antusiasme santri, termasuk dari WBBS, sangat luar biasa. Kami ingin mereka tidak gagap teknologi maupun bahasa. Bahasa Inggris adalah alat dakwah, sementara Al-Qur’an adalah substansinya. Perpaduan keduanya akan melahirkan mubaligh dan mubalighah yang mampu membawa kesejukan Islam ke dunia,” tuturnya.

Melalui program ini, pesantren berharap para santri semakin percaya diri dalam berkomunikasi di kancah internasional sekaligus memperkuat kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an di bulan suci yang penuh berkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *