Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 21, 2026
Daerah

Siapkan Agen Perubahan Lingkungan, LDII Bangka Belitung Gandeng DLHK Gelar ToT Program Kampung Iklim

  • February 5, 2026
  • 2 min read
  • 30 Views
Siapkan Agen Perubahan Lingkungan, LDII Bangka Belitung Gandeng DLHK Gelar ToT Program Kampung Iklim

Pangkalpinang (5/2). DPW LDII Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi dengan Yayasan Arroyan Qiyammu Lail dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda Peduli Iklim” ini dilaksanakan di Yayasan Arroyan Qiyammu Lail, Pangkalpinang, pada Sabtu (31/1). Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para peserta agar mampu menjadi garda terdepan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di wilayahnya masing-masing.

Ketua DPW LDII Kepulauan Bangka Belitung, Ari Sriyanto, menegaskan bahwa pelibatan generasi muda dalam isu lingkungan adalah langkah strategis bagi masa depan bumi. Menurutnya, Proklim bukan sekadar program teknis, melainkan media untuk membangun kesadaran kolektif.

“Keterlibatan pemuda adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan alam. Kami berharap melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memahami teori perubahan iklim, tetapi juga mampu mengimplementasikan dan menularkan aksi nyata kepada masyarakat luas dengan pendekatan yang berkelanjutan,” ujar Ari.

Siapkan Agen Perubahan Lingkungan, LDII Bangka Belitung Gandeng DLHK Gelar ToT Program Kampung Iklim
Siapkan Agen Perubahan Lingkungan, LDII Bangka Belitung Gandeng DLHK Gelar ToT Program Kampung Iklim

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Arroyan Qiyammu Lail, Ismail, menambahkan bahwa ToT ini mengombinasikan aspek edukasi dan motivasi guna melahirkan pelatih-pelatih Proklim yang siap terjun langsung ke lapangan.

Perwakilan DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Reva Riskiana, membedah aspek teknis pelaksanaan Proklim. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman indikator program, pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, hingga contoh praktik sederhana adaptasi dan mitigasi iklim yang berdampak signifikan.

“ToT ini kami rancang agar peserta siap secara teknis. Jadi, saat kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki panduan jelas mengenai langkah-langkah mitigasi yang bisa langsung diterapkan,” jelas Reva.

Sinergi antara ormas keagamaan, yayasan pendidikan, dan instansi pemerintah ini diharapkan mampu mempercepat terciptanya kampung-kampung iklim di Bangka Belitung, sekaligus membuktikan bahwa nilai-nilai religiusitas dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *