Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 24, 2026
Pesantren

Habib Ubaidillah: Santunan Yatim dan Dhuafa Adalah Perwujudan Cinta Sekaligus Amanah Pendiri Pondok

  • February 25, 2026
  • 2 min read
  • 90 Views
Habib Ubaidillah: Santunan Yatim dan Dhuafa Adalah Perwujudan Cinta Sekaligus Amanah Pendiri Pondok

Nganjuk (25/2). Bagi Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, Habib Ubaidillah Al Hasany, kegiatan berbagi bukan sekadar agenda rutin tahunan. Baginya, menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa adalah bentuk ketaatan mutlak kepada perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, sekaligus menjaga “semangat” perjuangan para pendahulu.

Hal tersebut ditegaskannya saat menggelar acara “Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim-Dhuafa” di Ponpes Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, pada Selasa (24/2). Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, beserta jajaran Forkopimda.

Habib Ubaidillah menjelaskan bahwa tradisi kedermawanan ini telah berakar kuat sejak zaman pendiri pondok, KH Nurhasan Al Ubaidah, dan terus dijaga oleh pengasuh berikutnya, KH RM Iskandar Nashrulloh.

“Kami hanya melanjutkan tradisi mulia yang telah dibangun oleh para sesepuh. Sejak awal berdiri, pondok ini selalu rutin menyantuni fakir miskin, dhuafa, dan para janda sebagai rasa cinta kepada sesama. Bagi saya, ini adalah ibadah sekaligus tanggung jawab besar dalam mengemban amanah mereka,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 paket sembako dan 50 bingkisan untuk anak yatim dibagikan secara simbolis. Habib Ubaidillah memproyeksikan bahwa di tahun-tahun mendatang, kapasitas santunan akan terus ditingkatkan. Ia berencana memindahkan lokasi acara ke Gedung Olahraga (GOR) Persinas ASAD agar dapat menampung lebih banyak warga.

Ponpes Wali Barokah Kediri Hadiri Santunan Yatim di Ponpes Al Ubaidah Kertosono
Habib Ubaidillah: Santunan Yatim dan Dhuafa Adalah Perwujudan Cinta Sekaligus Amanah Pendiri Pondok

Selain fokus pada kegiatan sosial, Habib Ubaidillah juga menyoroti pentingnya pembinaan karakter santri. Ia sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Forkopimda, Kemenag, dan MUI Nganjuk yang rutin memberikan pembekalan wawasan kebangsaan di lingkungan pondok.

“Kami ingin para santri tidak hanya pintar mengaji, tapi juga tegak lurus dengan Pancasila dan NKRI. Materi-materi dari pemerintah dan ulama sangat penting agar santri tidak memiliki ideologi yang nylenthak-nylenthak atau menyimpang. Di sini, cinta agama dan cinta tanah air harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh para kepala dinas, tokoh agama, serta pimpinan ormas Islam. Melalui momentum ini, Habib Ubaidillah berharap Ponpes Al Ubaidah dapat terus menjadi oase keberkahan bagi masyarakat Nganjuk dan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *